Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Hikmah dari Penggembala Kambing

0 105

Al-Bukhari menuturkan bahwa Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, “Rasulullah Shalalahu alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak ada seorang nabi pun, melainkan ia pernah menggembalakan kambing.’

Para sahabat pun bertanya, ‘Bagaimana dengan Anda, Rasulullah?’

Rasulullah Shalalahu alaihi wasallam menjawab, ‘Ya, aku juga pernah menggembalakan kambing milik penduduk Mekah di Qararith.'”

Al-Bukhari dan Muslim juga menuturkan bahwa Jabir r.a. mengatakan betapa Rasulullah pernah menggembalakan kambing.

Berikut hikmah dan pelajaran penting dari penggembalaan kambin:

1. Ibnu Hajar berkata, “Para ulama mengatakan bahwa hikmah dari pengilhaman para nabi dan rasul agar menggembalakan kambing sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul adalah sebagai sarana untuk melatih kesiapan mereka dalam memikul tanggung jawab dan mengatur urusan umatnya. Sebab, dalam menggembalakan kambing dibutuhkan kesabaran dan ketabahan.

Artinya, bila mereka bisa berlaku sabar dan sukses dalam menjalankan semua tugas penggembalaan, seperti mengumpulkan kembali kambing-kambing itu setelah berpencar kesana kemari, memindahkan mereka dari satu padang rumput ke padang rumput yang lain, menjaga mereka dari serangan binatang-binatang lain yang mengincar setiap saat, memahami dan menangani watak masing-masing kambing gembalaannya, kemudian menghimpun kambing-kambing itu dalam satu kelompok, niscaya dalam dirinya akan terbentuk dan terbangun suatu kesabaran yang kelak sangat dibutuhkan dalam mengurus umatnya…”

Ibnu Hajar menambahkan, “Adapun makna dan maksud dari Rasulullah mengingatkan umatnya tentang penggembalaan yang pernah dilakukan oleh dirinya dan para nabi yang lain, setelah mengetahui bahwa beliau adalah manusia yang paling mulia di sisi Allah, tak lain adalah sebagai wujud besarnya kerendahan hati beliau kepada Allah dan rasa syukur beliau atas anugerah yang telah diberikan Allah kepada dirinya dan para nabi yang lain.”

2. Penggembalaan kambing yang dijalani Nabi Muhammad Shalalahu alaihi wasallam merupakan cermin dari kedalaman perasaan dan ketinggian solidaritas yang dianugerahkan Allah kepadanya. Terlihat betapa ketika merasa dirinya telah mampu bekerja, beliau tergerak untuk membantu meringankan beban kebutuhan hidup keluarga pamannya. Sang paman telah merawat dan membesarkannya dengan tulus ikhlas, kendati anggota keluarganya sendiri yang harus ditanggungnya cukup banyak.

3. Sesungguhnya Allah bisa saja menyediakan berbagai macam kenikmatan dan kemewahan hidup kepada Nabi Muhammad Shalalahu alaihi wasallam tanpa mengharuskan beliau bekerja keras membanting tulang. Namun, kebijakan dan kebijaksanaan Allah menakdirkan lain. Beliau harus menjalani dan merasakan sulitnya kehidupan ini sebagai pelajaran bagi umatnya bahwa sebaik-baik harta manusia adalah yang dihasilkan dari jerih payah sendiri.

Hal itu menjadi bukti bahwa harga diri seorang manusia ditentukan oleh sejauh mana kiprah dan pengabdiannya bagi kemajuan dan kepentingan masyarakatnya.

4. Para dai atau mereka yang menjalankan tugas dakwah amar makruf nahi mungkar tidak akan dihargai oleh masyarakat bila kehidupannya sehari-hari berasal dari hasil pemberian dan belas kasihan orang lain.

Artinya, setiap dai atau penegak agama Allah dituntut untuk senantiasa berpijak pada kemampuan dan jerih payahnya sendiri dalam mencukupi setiap kebutuhan hidupnya dan menjauhkan diri dari perbuatan meminta-minta atau mengharapkan pemberian orang lain. Dengan begitu, tidak akan ada kesempatan bagi orang-orang kafir yang lebih kaya untuk menghalang-halanginya melakukan dakwah menegakkan kebenaran dengan iming-iming kenikmatan duniawi. []

Sumber: Biografi Rasulullah, Sebuah Studi Analitis Berdasarkan Sumber-sumber yang Otentik/Penulis: DR. Mahdi Rizqullah Ahmad/Penerbit: Qisthi Press,2005

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline