Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Hendaknya Engkau Tetap Teguh dalam Islam

0

Di pagi hari yang cerah, Selepas shalat shubuh Rasulullah biasanya tidak akan langsung beranjak dari tempat shalatnya, beliau biasa menyampaikan untaian pesan kepada para sahabat. Para sahabat pun tidak akan beranjak dari tempatnya, mereka seakan menggerumuni Rasulullah di barisan-barisan shaf yang tersusun seakan tanpa celah kosong.

Selepas menyampaikan pesannya, beliau bertanya kepada para sahabat, “Barangsiapa yang mempunyai mimpi, silahkan ceritakan padaku, aku akan mencoba untuk mentakwilnya.”

Abdullah bin Sallam meriwayatkan bahwa, “Saya mimpi pada masa Nabi bahwa saya seolah-olah berada dalam taman yang sangat indah, hijan nan luas, di tengahnya ada tiang dari besi, bagian bawahnya berada di dalam tanah sedangkan ujungnya menjulang tinggi ke langit, di atasnya terdapat pohon yang rindang lalu saya diperintahkan untuk mendakinya, tetapi saya menjawab saya tidak bisa. Maka seseorang mendatangi saya lalu menarik baju saya dari belakang, sehingga saya dapat naik hingga ke ujung paling atas. Setelah saya berhasil menggapai batang pohon rindang itu, saya dipesankan agar tidak melepaskannya. Lalu saya bangun dari tidur, sementara benda itu tetap berada di tangan saya.”

Related Posts

Abu Darda Tidak Butuh Apa-apa di Dunia Ini

Beliau pun memerhatikan setiap apa yang diucapnya. Beliau mengatakan, ”Taman yang kaulihat dalam mimpi itu adalah Islam, tiang yang tertancap itu adalah tiang Islam dan benda yang engkau pegang itu adalah ikatan yang kokoh. Hendaknya engkau tetap teguh dalam Islam sampai mengembuskan nafas terakhir.”

Selama di Madinah, Abdullah bin Salam dikenal sebagai sosok yang luas pengetahuannya. Setelah mendalami Taurat, sebagai seorang Muslim kini ia mempelajari Al-Qur’an. Bacaannya pun fasih, sehingga orang-orang memujinya dan senang padanya. Tempatnya berkhidmat bukan lagi kuil Yahudi, melainkan masjid dan majelis-majelis Rasulullah. []

 

Sumber: Abdul-Wahhab bin Nasir Ath-Thariri. 1435 H. Al-Yaum An-Nabawi, Agenda Harian Rasulullah . Jakarta: [email protected] pustaka.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline