Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Hathib bin Abu Balta’ah: Saya Melakukannya Bukan karena Murtad dari Agama

Riwayat Al-Bukhari dalam kitab shahihnya tentang kisah seorang sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, Hathib bin Abu Balta’ah. Ia adalah seorang sahabat terbaik yang pernah dimiliki oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Seorang sahabat terpandang dan sering dimintai saran dalam beberapa permasalahan besar dan penting.

Kisahnya ialah Saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam merahasiakan keberangkatannya kepada pasukannya agar terhindar dari intaian mata-mata dan tidak sampai di ketahui musuh.

Beliau hanya memberitahu sebagian sahabat termasuk di antaranya Hathib ini. Setelah mengetahui rencana tersebut Hathib menulis surat kepada beberapa orang Quraisy, “Dari Hathib bin Balta’ah kepada beberapa Quraisy di Mekah..” Di dalamnya dia memberitahukan rencana ekspedisi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menaklukkan Mekah.

Hal itu ketahuan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan beliau minta klarifikasi dari Hathib akan tindakannya ini.

Dia pun menjawab, “Wahai Rasulullah, jangan tergesa-gesa menuduhku. Sesungguhnya aku ini adalah sekutu kaum Quraiys, meski bukan bagian dari mereka. Di antara kalangan Muhajirin yang bersama anda saat ini memiliki kekerabatan dan famili dengan orang-orang musyrik di sana yang masih menjaga harta dan keluarga mereka. Meski saya ini tidak punya hubungan nasab dengan mereka, tapi saya ingin agar mereka mau menjaga keluarga saya. Semua ini tidak saya lakukan karena murtad dari agama ataupun karena ridha terhadap kekufuran setelah masuk Islam.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dia telah jujur kepada kalian.”

Umar yang saat itu berada di sana berkata kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, izinkan saya memenggal kepala orang munafik ini.”

Beliau berkata padanya, “Dia termasuk veteran perang Badar, dan tidakkah kamu tahu bahwa Allah telah mengetahui apa yang akan diperbuat para veteran perang Badar, lalu Dia berfirman, “Silahkan lakukan apapun yang kalian inginkan, karena Aku sudah mengampuni kalian.” []

Sumber: Maka, Ajarilah Kami Cinta/Penulis: Izzat Iwadh Khalifah/Penerbit: Bumi Media,2010

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline