Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Harapan Abu Tsalabah sebelum Ajalnya Tiba

Abu Tsalabah adalah sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dia turut dalam Bai`at Ridhwan. Turut juga dalam Perang Hunain. Abu Tsalabah adalah salah satu dari sahabat Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam yang turut dalam pendudukan Syria, tepatnya di Daraya. Sebuah kota besar di bagian barat Damaskus.

Riwayat lain menyebutkan bahwa dia menduduki Bilath, sebuah desa di timur Damaskus. Ada pendapat yang berbeda mengenai nama Abu Tsalabah dan nama bapaknya. Namanya yang paling masyhur di kalangan ahli hadis adalah Jurtsum bin Nasyir.

Kematian Sa’ad Telah Mengguncang Arys Allah (Bagian 1)

Abu Tsalabah ini meriwayatkan banyak hadis yang bersumber langsung dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan sekelompok sahabat. Sejumlah tokoh besar kaum Tabiin, seperti Sa’id bin Al-Musayyab, Makhul Asy-Syami, Abu Idris Al-Khaulani, dan Abu Qilabah Al-Jurmi, banyak meriwayatkan hadis darinya.

Di suatu malam, seperti biasa Abu Tsa’labah keluar dari rumah. Lantas menatap langit dan berkata, “Aku sangat berharap Allah tidak mencekikku saat ajalku tiba, sebagaimana aku melihat banyak di antara kalian yang dicekik.”

Kemudian, dia pulang ke rumah untuk bertahajud. Dalam sebuah sujud panjang di tahajud malam itu, Abu Tsalabah merenggang nyawa. Bersamaan dengan kejadian itu, anak perempuannya bermimpi bahwa ayahnya telah wafat. Segera si anak terjaga.

Dalam keadaan panik, dia bertanya pada ibunya, “Di mana Bapak?

“Dia ada di tempat shalatnya,” jawab ibunya.

Segera si anak memanggil-manggil ayahnya. Sayang, Abu Tsalabah tak bergeming. Hingga akhirnya si anak mendatangi sang ayah yang sedang sujud kaku. Lalu, dia menggerak-gerakkannya. Si ayah pun akhimya terjatuh dari sujudnya.

BACA JUGA: Bolehkah Memohon Kematian seperti Nabi Yusuf?

Disadarilah bahwa sang ayah telah tiada. Abu Tsa’labah wafat pada 75 Hijriah (694 M). Dia meninggal dunia di tahun awal kepemimpinan Mu’awiyah. []

Sumber: Selembut Hati Rasulullah/Karya: Miftahul Asror Malik/Penerbit: PTS Islamika/2013

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More