Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Hajar, Ibrahim dan Ismail (Bagian 4)

Setelah Ismail menikah, Ibrahim datang untuk mencari yang dulu ditinggalkannya, tetapi ia tidak menemukan Ismail di sana. Lalu Ibrahim menanyakan keberadaan Ismail kepada istrinya (menantu Ibrahim). Istri Ismail menjawab, “Ia sedang pergi mencari nafkah untuk kami.”

Kemudian Ibrahim menanyakan perihal kehidupan dan keadaan mereka, maka istrinya menjawab, “Kami berada dalam kondisi yang buruk. Kami hidup dalam kesusahan dan kesulitan.” la mengeluh kepada Ibrahim.

Ibrahim pun berpesan, “Jika suamimu datang, sampaikan salamku kepadanya dan katakan kepadanya agar mengubah palang pintunya.”

Ketika Ismail datang, seolah-olah ia merasakan sesuatu, kemudian ia bertanya, “Apakah ada orang yang datang mengunjungimu?”

“Ya, kami didatangi seorang yang sudah tua, begini dan begitu, lalu ia menanyakan kepada kami mengenai dirimu, dan aku memberitahukannya. Selain itu, ia pun menanyakan ihwal kehidupan kita di sini, maka aku pun menjawab bahwa kita hidup dalam kesulitan dan kesusahan,” jawab istrinya.

“Apakah ia berpesan sesuatu kepadamu?” tanya Ismail.

Istrinya menjawab, “Ia menitipkan salam kepadaku untuk aku sampaikan kepadamu dan menyuruhmu agar mengubah palang pintu rumahmu.”

Ismail pun berujar, “Ia adalah ayahku. la menyuruhku untuk menceraikanmu. Karenanya, kembalilah engkau kepada keluargamu.”

Maka Ismail menceraikannya, lalu mengawini wanita lain dari Bani Jurhum. Ibrahim tidak mengunjungi mereka selama beberapa waktu. Setelah itu Ibrahim mendatanginya, namun ia tidak juga mendapatinya. Kemudian ia menemui istrinya dan menanyakan perihal keadaan Ismail. Maka istrinya menjawab, “Ia sedang pergi mencari nafkah untuk kami.”

“Bagaimana keadaan dan kehidupan kalian?” tanya Ibrahim.

Istri Ismail menjawab, “Kami baik-baik saja dan berkecukupan.” Seraya memuji (bersyukur kepada) Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian Ibrahim bertanya, “Apa yang kalian makan?”

Istri Ismail menjawab, “Kami memakan daging.”

“Apa yang kalian minum?” lanjut Ibrahim.

Read More

Anak yang Hendak Disembelih

Istri Ismail menjawab, “Air.”

Kemudian Ibrahim berdoa, “Ya Allah, berkatilah mereka pada daging dan air.”

Selanjutnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Pada saat itu mereka belum mempunyai makanan berupa biji-bijian. Seandainya mereka memilikinya, niscaya Ibrahim akan mendoakannya supaya mereka diberikan berkah pada biji-bijian itu.”

Lebih lanjut Ibnu Abbas berkata, “di luar Makkah, kedua jenis itu (daging dan air) bisa didapatkan dengan mudah, hanya saja keduanya tidak cocok (sebagai makanan pokok).”

Ibrahim berpesan, “Jika suamimu datang, sampaikan salamku kepadanya dan suruh ia untuk memperkokoh palang pintunya.”

Ketika datang, Ismail bertanya, “Apakah ada orang yang datang mengunjungimu?”

Istrinya menjawab, “Ya, ada orang tua yang berpenampilan sangat bagus – seraya memuji Ibrahim- dan ia menanyakan kepadaku perihal dirimu, lalu kuberitahukan. Setelah itu ia menanyakan perihal kehidupan kita, maka aku menjawab bahwa kita baik-baik saja.”

“Apakah ia berpesan sesuatu hal kepadamu?” tanya Ismail.

Istrinya menjawab, “Ya, ia menyampaikan salam kepadamu dan menyuruhmu agar memperkokoh palang pintumu.” Lalu Ismail berkata, “Ia adalah ayahku. Engkaulah palang pintu yang dimaksud. la menyuruhku untuk tetap hidup rukun bersamamu.” []

Hajar, Ibrahim dan Ismail (Bagian 1)

Hajar, Ibrahim dan Ismail (Bagian 2)

Hajar, Ibrahim dan Ismail (Bagian 3)

Hajar, Ibrahim dan Ismail (Bagian 5 Habis)

Sumber: Kisah-kisah Shahih dalam Al-Qur’an dan Sunnah/ Penulis: Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqor/ Tim Pustaka ELBA

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More