Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Hajar dan Sa’i

Imam Bukhari menuturkan bahwa Abdullah bin Muhammad—Abu Bakar bin Abu Syaibah—mengatakan, Abdurrazzaq bercerita kepada kami, Ma’mar bertutur, dari Ayyub As-Syakhtiyani dan Katsir bin Katsir bin Muttallib bin Abu Wada’ah, salah satu diantaranya menambahkan satu nama lain, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas,

BACA JUGA: Isma’l dan Dua Wanita

Ia menuturkan ‘Wanita pertama yang mengenakan ikat pinggang memanjang adalah ibunda Isma’il. Ia mengenakan ikat pinggang tersebut untuk menghapus jejak bagi Sarah.

Ibrahim pergi bersama Hajar dan anaknya yang masih disusui, lalu keduanya ditempatkan di deat Baitullah, di dekat sebutah pohon besar, tepat di atas sumur Zamzam, di dataran atas Masjid. Saat itu pula Makkah tak dihuni oleh siapapun, juga tak ada air di sana.. ibrahim menempatkan Hajar dan Isma’il di sana dengan membekali sebuah ransel berisi kurma dan geriba air’.[1]

Setelah itu, Ibrahim segera pergi, Hajar membuntuti Ibrahim kemudian berkata, “Hai Ibrahim! Hendak kemana kau pergi dan meninggalkan kami di lembah tak ada teman dan apapun di sini?” hingga beberapa kali.

BACA JUGA: Nabi Ibrahim Menemukan Satu Hal yang Paling Sempurna

Ibrahim tak pula menghiraukan atau menoleh. Hajar pun bertanya, ‘Allah kah yang menyuruhmu melakukan ini?’

‘Ya,’ jawab Ibrahim. Hajar pun menukas, ‘Kalau begitu, Ia tak akan menelantarkan kami,’

Hajar pun kembali ke tempatnya ditinggalkan.

Read More

Anak yang Hendak Disembelih

Ibrahim sudah tak nampak di pandangan Hajar dan Isma’il. Saat tiba di bukit Tsaniyah, Ibrahim mengangkat tangan dan memanjatkan do’a, ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (baitullah) yang dihormati.

Ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka kepada mereja dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Ibrahim: 38)

Hajar dan Isma’il kembali menenangkan diri. Namun, hawa panas dan dahaga tak bisa diajak berkompromi, Hajar meminum air yang telah diberikan Ibrahim, Isma’il dengan tenang meminum air susu ibunya.

Air pun habis, rasa haus kembali menjadi. Dengan tatapan penuh kasih, Hajar melihat anak tercintanya tengah berbaring. Ia kemudian berdiri di puncak Shafa, ke sana ke mari menoleh dan menjuruskan mata, tetap tak ada sesosok pun yang nampak di pandangannya.

Ia kemudian turun dari Shafa, saat tiba di perut lembah, ia menyingsingkan pakaian hingga sebatas lengan, kemudian berlari-lari kecil layaknya orang yang sudah keletihan.

Marwa pun ditujunya, lalu ia berdiri di puncaknya, di sana ia melihat apakah ada seseorang, namun ia tak melihat siapapun. Hajar melakukan hal tersebut hingga tujuh kali.

BACA JUGA: Nabi Hamparkan Selendang untuk Pindahkan Hajar Aswad

Ibnu Abbas mengatakan, “Nabi saw menyampaikan, ‘Itulah sa’i orang-orang di antara Shafa dan Marwa.”

Sumber: Qishahul Anbiya/karya Imaduddin Abu Fida’ Ismail bin Katsir al-Quraisyi ad-Dimasyqi (Ibnu Katsir)

[1] HR. Bukhari dalam kitab Para Nabi, bab: Nomor 9, Ahmad dalam Musnad-nya (I/347)

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More