Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Hai Orang yang Berselimut, Bangunlah…

0 17

 

Setelah  masa vakumnya wahyu, Jibril datang kembali kepada Rasulullah SAW dengan membawa wahyu. Imam Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwasanya di mendengar Rasulullah SAW menceritakan tentang masa vakum itu, beliau bertutur, “Ketika aku tengah berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari arah langit, lalu aku mendongakkan pandangan kearah langit, tenyata malaikat yang mendatangiku ketika di gua Hira’ kini duduk di atas kursi di antara langit dan bumi. Aku pun terkejut karenanya sehingga aku pun tersungkur ke bumi. Kemudian aku pulang kepada keluargaku sembari berkata, ‘Selimuti aku! Selimuti aku!’ Lantas mereka menyelimutiku, maka Allah SWT berfirman. ‘Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah.’ (Al-Mudatsir: 1-5)

BACA JUGA: Perbedaan Shalat Malam Abu Bakar dengan Umar

Ayat tersebut merupakan permualaan dari masa kerasulan beliau SAW. Datang setelah masa kenabian yang berjarak rentang masa vakum turunnya wahyu. Ayat-ayat tersebut mengandung dua jenis taklif beserta penjelasan dan konsekuensinya.

Seakan-akan dikatakan kepada beliau SAW, “Sesungguhnya orang yang hanya hidup untuk kepentingan dirinya saja, bisa saja hidup tenang dan nyaman sedangkan engkau yang memikul beban yang besar ini, bagaimana mungkin engkau tidur? Bagaimana mungkin engkau istirahat. Bagaimana mungkin engkau menikmati permadani yang hangat? Hidup yang tenang dan ketengan yang membuaikan? Bangkitlah untuk melakukan urusan maha penting yang sedang menunggumu dan beban berat yang dipersiapkan untukmu! Bangkitlah untuk berjuang, bergiat-giat, bekerja keras dan berletih-letih! bangkitlah! Karena waktu tidur dan istirahat sudah berlalu,  dan sejak hari ini tidak akan kembali lagi. Yang ada hanyalah mata bergadang terus menerus, jihad yang panjang dan melelahkan. Bangkitlah! Persiapkan diri menyambut urusan ini dan bersiagalah!

BACA JUGA: Shalat Malamnya Manusia yang dijamin Surga

Maka bangkitlah Rasulullah SAW menyampaikan dakwah dan terus melakukan setelah datangnya peruntah itu selam lebih dari dua puluh tahun, tanpa sempat beristirahat amupun menikmati hidup untuk dirinya dan keluarganya. Lembaran-lembaran selanjtnya tidak lebih dari sekadar miniature sederhana dari perjuangan panjang beliau yang melelahkan sepanjang kurun waktu tersebut. []

Sumber: Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad/Karya: Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri/Penerbit Darul Haq

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline