Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Gambaran Perjalanan Hidup dari Rasulullah

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang senantiasa berusaha menjelaskan segala sesuatu dengan cara yang terbaik. Tujuannya agar masalah yang disampaikan tersebut dapat dipahami dengan baik dan mudah oleh para sahabat beliau.

Dengan demikian, tidak ada lagi yang beralasan di kemudian hari bahwa penjelasan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam terhadap suatu hal samar-samar. Satu contoh yang dapat dikemukakan adalah dalam penjelasan tentang hakikat perjalanan hidup manusia, tabiat-tabiatnya, serta faktor-faktor yang memengaruhi tabiat tersebut.

Abu Said al-Khudri r.a. meriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menancapkan sebatang kayu kecil tepat di hadapan beliau. Tidak lama berselang, beliau menancapkan sepotong kayu yang lain di samping yang pertama dan potongan yang ketiga ditancapkan agak jauh.

Setelah itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada para sahabat, “Apakah kalian memahatni apa yang aku lakirkan ini?”

Mereka menjawab, “Allah Swt dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda, “Ini adalah manusia (sambil menunjuk kayu pertama) sementara ini adalah ajalnya (sambil menunjuk potongan kayu kedua). Adapun yang ini (potongan kayu ketiga) merupakan angan-angan cita-citanya. Setiap orang senantiasa berusaha mewujudkan angan-angannya, namun di pertengahan jalan ajal akan menariknya.” (HR Ahmad)

Ibnu Mas’ud juga meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam membuat garis yang berbentuk kotak persegi empat di atas tanah. Beliau kemudian membuat satu garis yang membelah dua kotak itu lalu menyambungnya dengan garis lain sehingga melampaui (keluar dari) persegi empat tersebut.

Selanjutnya, di beberapa titik pada garis panjang yang membelah kotak persegi itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga membuat beberapa garis pendek. Setelah melakukan hal itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian apa maksud dari garis-garis ini?”

Mereka serentak menjawab, “Allah swt. dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau lalu menjelaskan, “Garis yang di tengah ini adalah manusia, sementara garis-garis pendek yang berjejer di sisinya merupakan gambaran dari berbagai bentuk godaan (setan dan nafsu duniawi) yang senantiasa berusaha merongrongnya dari segala arah dan tempat. Jika di satu hal dan tempat tidak mengena (berhasil) namun bisa jadi di saat dan tempat lain (godaan tersebut berhasil) menjeratnya. Sernentara itu, kotak persegi empat yang melingkupi manusia itu adalah ajalnya, sedangkan garis yang keluar dari kotak adalah angan-angan atau cita-citanya.” (HR Ahmad) []

Baca juga: Tatkala Rasulullah Disuap dengan Harta dan Wanita

Sumber: Jiwa dalam bimbingan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam/Penulis: Dr Saad Riyadh/Penerbit: Muassasah Iqra,2004

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More