Jalan Sirah https://www.jalansirah.com Meniti Jalan Nabi Wed, 12 Sep 2018 02:03:36 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.5.1 Inilah Alasan Rasulullah Memberinya Perlindungan https://www.jalansirah.com/18184inilah-alasan-rasulullah-memberinya-perlindungan.html Fri, 24 Aug 2018 04:00:13 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18184 Maksud dari kesempatan pada percakapan di atas ialah guna mengambil keputusan akankah memilih Islam sebagai agamanya atau tidak.

The post Inilah Alasan Rasulullah Memberinya Perlindungan appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Pemimpin Quraisy yang besar ini, merasa takut akan keselamatan dirinya. Namanya, Shafwan bin Umayyah. Dia termasuk ke dalam golongan orang yang tidak dijatuhi hukuman mati. Namun, karena ketakutan atas kesalamatan dirinya itu. Dia melarikan diri.

Umair bin Al-Wahb Al-Jumahi memintakan perlindungan bagi dirinya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau memberikannya.

Bukan hanya itu, beliau pula yang memberinya kain kerudung kepala yang beliau pakai saat memasuki Makkah.

BACA JUGA: Bagaimana Tahapan Dakwah Rasulullah di Makkah?

Kemudian, saat Shafwan telah bersiap-siap menaiki perahu, Umair segera menyusul. Perahu itu akan membawa Shafwan dari Jiddah ke Yaman.

“Beri aku kesempatan dua bulan untuk mengambil keputusan,” kata Shafwan tatkala Umair sampai ke tempatnya.

“Bahkan engkau diberi kesempatan selama empat bulan,” kata Umair.

BACA JUGA: Pidato Pertama dalam Islam

Maksud dari kesempatan pada percakapan di atas ialah guna mengambil keputusan akankah memilih Islam sebagai agamanya atau tidak.

Hidayah pun menjemputnya, Shafwan masuk Islam dengan sebelumnya sang istri telah lebih dulu. []

Sumber: Sirah Nabawiyah/ Karya: Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri/ Penerbit: Pustaka Al-Kautsar/ 2017

The post Inilah Alasan Rasulullah Memberinya Perlindungan appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Orang Quraisy yang Pemurah dan Teramat Ramah https://www.jalansirah.com/18178orang-quraisy-yang-pemurah-dan-teramat-ramah.html Fri, 24 Aug 2018 03:20:23 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18178 Hingga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengutamakannya, menempatkan Abbas di tempat pertama. Ditambah akhlaq dan budi pekertinya yang luhur itu.

The post Orang Quraisy yang Pemurah dan Teramat Ramah appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Perbedaan umur yang hanya terpaut dua atau tiga tahun. Membuat keduanya hampir sebaya. Dan ikatan keluarga bukanlah satu-satunya yang membuat tali persahabatan mereka begitu erat.

Siapakah mereka yang bersahabat itu? Ialah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib, orang Quraisy yang paling pemurah dan teramat ramah.

BACA JUGA: Menguji Budi Pekerti Hasan bin Ali

Hingga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengutamakannya, menempatkan Abbas di tempat pertama. Ditambah akhlaq dan budi pekertinya yang luhur itu.

Di samping itu semua, dia juga orang yang cerdas, bahkan sampai ke tingkat genius. Kecerdasannya ini disokong oleh kedudukannya yang tinggi di kalangan Quraisy.

Bahkan dia sanggup membela Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam  dari bencana dan kejahatan kaumnya saat beliau memulai dakwah secara terang-terangan. []

BACA JUGA: Siapakah Penyair yang Cerdas Itu?

Sumber: Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah/Karya: Khalid M. Khalid/Penerbit: CV. DIPONEGORO Bandung/1990

The post Orang Quraisy yang Pemurah dan Teramat Ramah appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Sang Pemburu Syahid https://www.jalansirah.com/18176sang-pemburu-syahid.html Fri, 24 Aug 2018 02:40:51 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18176 Dalam pertempuran yang amat dahsyat ini, Abdullah bertempur dengan gagah berani. Dan usai pertempuran, anaknya Jabir bin Abdullah menemukannya di antara para syuhada itu.

The post Sang Pemburu Syahid appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Keimanannya amat teguh dan cemerlang. Bahkan puncak keinginannya ialah mati di jalan Allah. Tatkala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memilih di antara perutusan dari beberapa orang wakil, Abdullah bin Amr terpilih sebagai salah seorang di antaranya. Dia diangkat sebagai wakil dari kaum Bani Salamah.

Di perang Badar, dia turut menjadi pejuang dan bertempur layaknya kesatria. Dan di perang Uhud, telah terbayang-bayang ruang matanya akan gugur di medan perang.

BACA JUGA: Rasulullah Memperagakan Adab di Dalam Masjid

Pertempuran sengit pun terjadi. Pada mulanya kaum muslimin beroleh kemenangan. Tetapi, sebab musuh melihat garis pertahanan kaum muslimin terbuka lebar, kemenangan tersebut berubah menjadi kekalahan.

Dalam pertempuran yang amat dahsyat ini, Abdullah bertempur dengan gagah berani. Dan usai pertempuran, anaknya Jabir bin Abdullah menemukannya di antara para syuhada itu.

BACA JUGA: Ke manakah Rasulullah Melarikan Diri?

Pecahlah tangis Jabir beserta keluarganya. Lalu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian tangisi ataupun tidak, para malaikat akan tetap menaunginya dengan sayap-sayapnya.” []

Sumber: Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah/Karya: Khalid M. Khalid/Penerbit: CV. DIPONEGORO Bandung/1990

The post Sang Pemburu Syahid appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Hak Khusus yang Diberikan kepada Abdul Muthalib https://www.jalansirah.com/hak-khusus-yang-diberikan-kepada-abdul-muthalib.html Fri, 24 Aug 2018 02:00:24 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18174 Melihat sumur zamzam ditemukan, suku Quraisy menuntut Abdul Muthalib, "Kami harus mendapatkan hak untuk mengelolanya."

The post Hak Khusus yang Diberikan kepada Abdul Muthalib appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Suatu hari Abdul Muthalib bermimpi diperintah menggali sumur zamzam dan sekaligus menjelaskan letak sumur tersebut. Maka dipatuhinya perintah itu sampai berhasil menemukan sumur yang dimaksud. Ternyata di dalam sumur ditemukan peninggalan kabilah Jurhum yang sengaja dipendam di sana saat diusir dari Mekah, berupa sejumlah pedang, baju besi, dan dua ikat emas batangan.

BACA JUGA: Anak yang Hendak Disembelih

Dari beberapa pedang tadi Abdul Muthalib membuat pintu Ka’bah, yang lalu dihias dengan lempengan emas temuannya. Dia memegang hak memberi minum jamaah haji dengan air zamzam.

Melihat sumur zamzam ditemukan, suku Quraisy menuntut Abdul Muthalib, “Kami harus mendapatkan hak untuk mengelolanya.”

Abdul Muththalib menolak, “Tidak bisa! Ini adalah hak khusus yang diberikan kepadaku.”

Orang-orang Quraisy itu bersikeras. Akhirnya, mereka sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengadukannya kepada seorang dukun perempuan dari Bani Sa’ad Hudzaim. Dia tinggal di pinggiran Syam.

BACA JUGA: Mereka yang Mengikuti Jejak Para Kaum Quraisy

Di perjalanan, mereka kehabisan air, lalu Allah menurunkan hujan kepada Abdul Muthalib, tetapi tidak menurunkan setetes pun kepada mereka. Tahulah mereka kini akan keistimewaan Abdul Muthalib dengan zamzamnya. Mereka pun memutuskan untuk pulang. Saat itu pula Abdul Muthalib bemazar, jika AIIah mengaruniai dia 10 anak lelaki, dia akan mengurbankan salah satunya di hadapan Katah. []

The post Hak Khusus yang Diberikan kepada Abdul Muthalib appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Teruslah Maju, Wahai Rasulullah https://www.jalansirah.com/teruslah-maju-wahai-rasulullah.html Fri, 24 Aug 2018 01:20:07 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18163 Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

The post Teruslah Maju, Wahai Rasulullah appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkumpul bersama beberapa sahabat terkemuka untuk meminta pendapat, utamanya kaum Anshar yang telah berikrar setia untuk melindungi beliau di dalam kota Madinah.

“Apa pendapat kalian?” tanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Abu Bakar berdiri dan mengusulkan tetap maju, begitu pula dengan Umar bin Khattab.

BACA JUGA: Sepenggal Kata yang Mengkhawatirkan Abu Bakar

Miqdad bin `Amr lalu berdiri dan berkata, “Teruslah maju, Rasulullah! Laksanakan sesuai titah Allah. Kami akan bersamamu. Demi Allah, kami tidak akan berkata seperti perkataan Bani Israel pada Musa, `Pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah, kami akan duduk di sini menantimu’ (Al-Ma’idah [5]: 24). Tidak! Tapi, kami akan mengatakan kepadamu, `Pergilah bersama Tuhanmu dan berperanglah, kami akan berperang bersamamu.’ Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, seandainya engkau membawa kami menerjuni lautan lumpur—arah Yaman, daerah terjauh Jazirah Arab—sekalipun, kami tetap akan patuh. Kami akan berjuang bersamamu dengan gagah berani hingga mencapai tujuan.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memuji kata-kata Miqdad dan mendoakannya.

“Siapa lagi yang mau berpendapat?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kembali bertanya.

Sa’ad bin Mu’adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, “Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?”

“Ya,” jawab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam singkat.

Lalu, Sa’ad pun berkata dengan lantang, “Sungguh, kami telah beriman kepadamu, membenarkanmu, dan kami telah persaksikan bahwa ajaranmu benar. Kami juga sudah bersumpah setiap kepadamu untuk selalu taat dan patuh. Teruslah maju, Rasulullah! Kami akan selalu bersamamu. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke lautan, lalu engkau mengarunginya, kami pasti juga akan mengarunginya bersamamu. Tak seorang pun akan ber-paling. Kami tak gentar bertemu musuh besok. Kami adalah orang-orang gagah berani dalam peperangan, tidak pernah gentar menghadapi musuh. Semoga Allah memperlihatkan ke-padamu kiprah kami yang berkenan di hatimu. Karena itu, berangkatkanlah kami bersama berkah Allah.”

BACA JUGA: Inilah Pendapat Mengenai Nama Muhammad

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam senang mendengar perkataan Sa’ad. Beliau kemudian berseru, “Berangkatlah dan bergembiralah! Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku salah satu dari kedua kelompok itu. Demi Allah, seolah-olah sekarang aku melihat kekalahan mereka (Quraisy).” []

Sumber: Buku Pintar Sejarah Islam/Karya: Qasim a. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh/Penerbit: Zaman/2014

The post Teruslah Maju, Wahai Rasulullah appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Tsauban: Bagaimana dengan Nasibku Kelak di Akhirat? https://www.jalansirah.com/tsauban-bagaimana-dengan-nasibku-kelak-di-akhirat.html Fri, 24 Aug 2018 00:40:19 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18160 Melihat perubahan pada diri pelayannya itu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada Tsauban, “Wahai Tsauban, apakah yang terjadi pada dirimu?”

The post Tsauban: Bagaimana dengan Nasibku Kelak di Akhirat? appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Semua kaum Muslimin mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, tak terkecuali seorang budak sekali pun. Ialah Tsauban, salah satu budak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang begitu mencintai beliau, bahkan tak mau lepas dari beliau. Tak sabar ia untuk cepat-cepat menatap wajah Nabi bila sewaktu-waktu terpisah dari Nabi.

Pada suatu hari,  Tsauban datang menghadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan raut muka yang berkusut, tubuhnya kurus kering kerontang dan terlihat sekali kesedihan di wajahnya.

BACA JUGA: Kita Bukanlah Seperti Rasulullah

Melihat perubahan pada diri pelayannya itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Tsauban, “Wahai Tsauban, apakah yang terjadi pada dirimu?”

“Tidak apa-apa, Rasulullah,” jawab Tsauban.

“Apakah engkau sakit?” Tanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

“Aku tidak sakit, hanya saja jika aku tidak melihatmu, aku kesepian. Kemudian jika teringat akhirat, aku takut tidak dapat berjumpa denganmu lagi. Sebab jika kau di angkat ke Surga tertinggi beserta para Nabi, lalu dimanakah aku dibanding tempatmu? Dan jika aku tidak masuk Surga, niscaya aku tidak dapat melihatmu lagi. Lalu, bagaimana dengan nasibku kelak di akhirat?” Ucap Tsauban, mencoba menjelaskan apa yang ia alami.

Sesaat setelah sahabat yang bernama Tsauban ini menyampaikan keluh kesahnya, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Orang Pertama yang Dijamin Masuk Surga

Allah SWT berfirman, “Dan siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang di anugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Q.S. An Nisa, 4: 69)

Setelah menyampaikan ayat 69 dari surat An Nisa ini, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sabahatnya, “Siapa bershalawat kepadaku di pagi hari sebanyak 10 kali dan 10 kali di petang harinya, maka ia pasti diselamatkan dari goncangan besar yang mengejutkan dihari Kiamat, dan ia berkumpul dengan para Nabi dan shiddiqin yang telah diberi nikmat oleh Allah SWT.” []

Sumber: Bilik-Bilik Cinta Muhammad, Kisah Sehari-Hari Rumah Tangga Nabi/Karya: Nizar Abazhah/Penerbit: Zaman

The post Tsauban: Bagaimana dengan Nasibku Kelak di Akhirat? appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Yang Menyandang Gelar Al-amin https://www.jalansirah.com/yang-menyandang-gelar-al-amin.html Thu, 23 Aug 2018 12:00:18 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18169 Guna menutupi keperluan hidupnya sehari-hari, beliau mencari nafkah sendiri lantaran kedua orangtuanya tidak meninggalkan harta warisan yang cukup. Ya, keadaan membuatnya dewasa lebih cepat.

The post Yang Menyandang Gelar Al-amin appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Sejak masa kanak-kanak, hingga dewasa dan sampai diangkat menjadi Rasul, beliau terkenal sebagai seorang yang jujur, berbudi luhur, dan memiliki kepribadian yang unggul.

Sebab sifatnya yang selalu bersifat jujur tersebut, gelar “Al-amin” disandangnya. Pun tiada satu cela yang dapat menjadi tuduhan baginya. Tingkah lakunya amat jauh dari orang kebanyakan pada masa itu.

Guna menutupi keperluan hidupnya sehari-hari, beliau mencari nafkah sendiri lantaran kedua orangtuanya tidak meninggalkan harta warisan yang cukup. Ya, keadaan membuatnya dewasa lebih cepat.

BACA JUGA: Pujian dari Allah untuk Sahabat Nabi

Adapun sebagai bakal pemimpin umat, sedari kecil Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam telah memilki bakat yang luar biasa. Di antaranya, yaitu kecerdasan berpikir, ketajaman otak, kehalusan perasaan, kekuatan ingatan, kecepatan tanggapan, serta kemauan yang keras.

Untuk menyiapkan dirinya, bertahannuts (menerima wahyu pertama kali) ini dipilihnya tempat di sebuah gua kecil bernama “Hira”. Itu terdapat di Jabal Nul (Bukit Cahaya) yang terletak kisaran dua atau tiga mil sebelah utara kota Makkah. []

Sumber: 25 Nabi dan Rasul/ Karya: MB. Rahimsyah dan Rizky Gunawan/ Penerbit: CV. Pustaka Agung Harapan

BACA JUGA: Ke manakah Rasulullah Melarikan Diri?

The post Yang Menyandang Gelar Al-amin appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Dia Mengobati dengan Hembusan Angin https://www.jalansirah.com/18166dia-mengobati-dengan-hembusan-angin.html Thu, 23 Aug 2018 10:40:41 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18166 Maka Rasullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya hingga tiga kali.

The post Dia Mengobati dengan Hembusan Angin appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Dia berasal dari Azd Syanu’ah, Yaman. Kebiasaannya memberikan pengobatan dengan mengembuskan angin. Dia tiba di Makkah dan mendengar orang-orang berkata, “Sesungguhnya Muhammad adalah orang gila.”

Dia berkata sendiri, “Aku akan menemui orang ini, siapa tahu Allah bisa menyembuhkan berkat pengobatanku.”

Setelah menemui beliau, dia berkata, “Hai Muhammad, sesungguhnya aku biasa mengobati dengan hembusan angin. Apakah engkau memerlukannya?”

BACA JUGA: Obat Kebodohan Adalah Bertanya

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Sesungguhnya pujian itu bagi Allah. Kami memuji dan memohon pertolongan kepada-Nya. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tak seorang pun bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

“Tolong ulangi lagi semua kata-katamu tadi!” Pinta Dhimad.

Maka Rasullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya hingga tiga kali.

BACA JUGA: Rencana jitu Hijrah Rasulullah

Dhimad berkata, “Aku pernah mendengar ucapan tukang tenun, ucapan tukang sihir, dan para penyair. Namun, aku belum pernah mendengar seperti kata-katamu ini. Sementara kami pun sudah menguasai kamus sedalam lautan.”

Maka Dhimad pun menyatakan keislamannya. []

Sumber: Sirah Nabawiyah/ Karya: Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri/ Penerbit: Pustaka Al-Kautsar/ 2017

The post Dia Mengobati dengan Hembusan Angin appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Rencana jitu Hijrah Rasulullah https://www.jalansirah.com/rencana-jitu-hijrah-rasulullah.html Thu, 23 Aug 2018 10:00:36 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18150 Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar tiba di Madinah pada Jumat, 12 Rabiul Awal, setelah empat hari berada di daerah Quba'.

The post Rencana jitu Hijrah Rasulullah appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam membuat rencana yang sangat matang dan cermat untuk hijrah. Beliau menentukan peran setiap orang dengan sangat tepat.

1. Pergi ke rumah Abu Bakar pada siang hari yang sangat terik, yang sebelumnya tidak pernah beliau lakukan.

2. Pergi keluar dalam keadaan menyamar sehingga tak seorang pun mengenalinya.

BACA JUGA: Hadits Niat karena Hijrah Cinta

3. Keluar dari rumah Abu Bakar pada malam hari sehingga tak seorang pun melihatnya, dan keluar dari pintu belakang rumah.

4. Meminta Ali bin Abi Thalib untuk bertahan sebentar di Makkah sampai tipu daya orang-orang musyrik benar-benar dijalankan dan gagal, lalu memerintahkannya untuk menyusul langsung ke Madinah.

5. Nabi dan Abu Bakar membuat kesepakatan dengan Abdullah ibn Urayqith agar keduanya ditemui di Gua Tsur setelah tiga hari.

6. Meminta Abdullah bin Abu Bakar pergi ke Makkah pada saat fajar sehingga kaum Quraisy akan mengira dirinya bermalam bersama mereka, dan baru pada malam harinya pergi ke Gua Tsur untuk menyampaikan semua berita dari kaum Quraisy.

7. Asma’ binti Abu Bakar diberi tugas mengirim makanan dan minuman ke Gua Tsur.

8. Amir ibn Fahirah, bekas budak Abu Bakar, ditugaskan menggembala kambing di arah Gua Tsur, menghapus jejak-jejak kaki Abdullah bin Abu Bakar dan Asma’, dan juga mengirimkan daging dan susu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar.

9. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar tinggal di dalam Gua Tsur selama tiga hari sampai situasi tenang dan sampai kaum Quraisy mengira keduanya telah tiba di Madinah. Saat itulah mereka keluar dari Gua Tsur, melanjutkan perjalanan hijrah.

10. Saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar keluar dari rumah sahabatnya ini, keduanya mengambil arah selatan menuju Yaman, bukan arah utara menuju Madinah. Ini untuk menyesatkan kaum Quraisy yang terus mengejar.

BACA JUGA: Ke manakah Rasulullah Melarikan Diri?

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar tiba di Madinah pada Jumat, 12 Rabiul Awal, setelah empat hari berada di daerah Quba’. Di Quba’ inilah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertemu Ali bin Abi Thalib yang berhasil menipu kaum Quraisy di Makkah. Nama “Yatsrib” berubah menjadi “Madinah”. Dimulailah lembaran baru sejarah umat Islam dengan berdirinya negara Islam beserta semua sendi-sendinya. Negerinya Yatsrib, bangsanya kaum Muhajirin dan Anshar, undang-undangnya Al-Quran, dan pemimpinnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam. []

Sumber: Buku Pintar Sejarah Islam/Karya: Qasim a. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh/Penerbit: Zaman/2014

The post Rencana jitu Hijrah Rasulullah appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Empat Peristiwa Penting hingga Masa Pengutusan https://www.jalansirah.com/empat-peristiwa-penting-hingga-masa-pengutusan.html Thu, 23 Aug 2018 09:20:12 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18146 Terdapat beberapa peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam selama masa kecilnya dan masa pengutusanna sebagai Rasul.

The post Empat Peristiwa Penting hingga Masa Pengutusan appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Terdapat beberapa peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam selama masa kecilnya dan masa pengutusanna sebagai Rasul. Yang dialami Pertama ialah, aktivitas Nabi sebagai penggembala ternak, yakni sewaktu remaja untuk membantu sang paman, Abu Thalib.

BACA JUGA: Nasihat Abu Thalib kepada Ali bin Abi Thalib

Kedua, pertemuan pendeta Buhayra dengan Nabi sewaktu masih kecil. Saat berusia dua belas tahun, Nabi diajak Abu Thalib pergi ke Syam untuk berdagang. Setibanya di kota Bushra, pendeta Buhayra’, yang tinggal di sana, menyarankan Abu Thalib agar membawa keponakannya pulang kembali ke Makkah dan tak mengajaknya pergi ke Syam lagi. Sang pendeta takut bila pasukan Byzantium atau kaum Yahudi melihat anak kecil itu, mereka akan langsung menghabisinya.

Ketiga, Perang Fujar, antara kaum Quraisy dan suku Kinanah melawan suku Hawazin. Perang ini disaksikan Nabi yang waktu itu berumur empat belas atau lima belas tahun. Beliau berperan membantu dan menyiapkan anak panah untuk paman-pamannya. Dinamakan fijar (penyimpangan) karena menodai kehormatan Makkah dan bulan-bulan Haram.

Keempat, Hilful Fudhul, terjadi setelah kepulangan kaum Quraisy dari Perang Fujar. Bani Hasyim, Zuhrah, dan Tamim ibn Murrah berkumpul di rumah Abdullah bin Jad’an, lalu saling bersumpah untuk bahu-membahu menolong orang ter-tindas sampai haknya dikembalikan dan melawan setiap bentuk kezaliman. Kaum Quraisy menyebutnya dengan hilful fudhul.

Mereka berkata, “Mereka telah masuk ke kamar kemuliaan.”

BACA JUGA: Rasulullah Melakukan Kegiatan Mata-mata

Nabi juga turut serta dalam perjanjian yang dianggap sebagai salah satu kemuliaan Arab sebelum Islam ini.

Beliau bahkan berkata, “Aku menyaksikan di rumah Abdullah bin Jad’an satu perjanjian yang lebih aku sukai ketimbang kekayaan binatang ternak. Seandainya pada masa Islam aku diajak kembali, aku pasti akan menyambutnya.” []

Sumber: Buku Pintar Sejarah Islam/Karya: Qasim a. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh/Penerbit: Zaman/2014

The post Empat Peristiwa Penting hingga Masa Pengutusan appeared first on Jalan Sirah.

]]>