Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Fatima Al-Fihri, Muslimah Pendiri Universitas Pertama di Dunia

0 47

Namanya Fatima Al-Fihri, putri dari Mohammad bin Abdullah Al-Fihri. Sejarah mencatat Fatima adalah Muslimah yang mendirikan universitas pertama di dunia. Fatima adalah Muslimah yang memelopori model pembelajaran dalam jenjang perguruan tinggi.

Fatima Al-Fihri bermigrasi dengan keluarganya pada awal abad kesembilan dari Qayrawan di Tunisia sekarang kota Fez di Maroko. Ini terjadi pada masa pemerintahan Idrees II, penguasa yang luar biasa dan muslim taat. Fez pada waktu itu adalah kota metropolitan “Muslim Barat” yang ramai (dikenal sebagai al-Maghrib)
.
Setelah menjadi salah satu kota muslim yang paling berpengaruh, Kota Fez dibanggakan sebagai kota dengan kombinasi agama dan budaya yang kaya, baik tradisional maupun kosmopolitan. Inilah kota itu, di tepi kiri Sungai Fez, tempat keluarga Fatima tinggal dan akhirnya dia menikah.

Ayahnya, Mohammad bin Abdullah Al-Fihri, telah menjadi pengusaha yang sangat sukses. Setelah kematian suami, ayah, dan saudara laki-laki Fatima dalam waktu singkat, Fatima dan satu-satunya saudara kandungnya lainnya, Mariam, menerima warisan yang cukup besar yang menyokong independensi finansial mereka.

Mariam membangun Masjid Andalusian yang menakjubkan dan megah di 245AH / 859CE karena masjid-masjid lokal di Fez sudah tidak dapat menampung populasi muslim yang terus bertambah, banyak di antaranya adalah pengungsi dari Spanyol Islam.

Fatima mendirikan Masjid Al-Qarawiyyin dan Universitas, yang dianggap oleh banyak sejarawan sebagai universitas pemberi gelar sarjana tertua yang terus beroperasi di dunia. Referensi sejarah mencatat bahwa dia secara langsung mengawasi dan membimbing proses konstruksi dengan sangat rinci, yang tentunya merupakan bukti dedikasi baiknya karena dia tidak memiliki keahlian di bidang ini!

Fatima juga sangat saleh dan taat dalam beribadah, dia membuat sumpah untuk berpuasa setiap hari sejak hari pertama pembangunan universitas dibulan Ramadan 245 AH / 859 M sampai proyek selesai dua tahun kemudian, dimana dia mengucapkan doa syukur di masjid tersebut. Dia telah bekerja tanpa lelah untuk membangunnya.

Masjid Al-Qarawiyyin, salah satu masjid terbesar di Afrika Utara, menampung universitas yang menjadi pusat pembelajaran lanjutan di abad pertengahan di Mediterania. Universitas Al-Qarawiyyin dikreditkan dengan memproduksi banyak pemikir Muslim terkemuka termasuk Abul-Abbas, ahli hukum Muhammad al-Fasi, dan Leo Africanus, penulis dan pelancong terkenal. Nama-nama penting lainnya yang terkait dengan institusi tersebut termasuk ahli hukum Maliki Ibn al-Arabi (wafat 543AH / 1148CE), sejarawan Ibn Khaldun (wafat 808AH / 1406CE), dan astronom al-Bitruji (Alpetragius) (wafat tahun 1204 M).

Murid non-muslim dipersilakan untuk matriculate. Faktanya, kualitas hebat universitas yang luar biasa ini menarik perhatian Gerber dari Auvergne yang dikemudian hari menjadi Paus Sylvester II dan kemudian mengenalkan angka Arab dan konsep “angka nol” buah pikir matematikawan muslim ke Eropa diabad pertengahan. Salah satu mahasiswa universitas yang paling terkenal adalah seorang dokter Yahudi dan filsuf, Maimonides.

Ia lahir di Andalusia pada tahun 1138 saat ia berkembang sebagai pusat intelektual dan budaya di bawah pemerintahan Muslim. Keluarganya pindah ke Fez, Maroko pada tahun 1160 di mana dia sangat dipengaruhi oleh pemikiran Islam. Seorang teolog terkemuka, dia adalah orang pertama yang mengenalkan artikel iman kepada Yudaisme.

Pada abad ke 14, universitas ini menampung Perpustakaan Al-Qarawiyyin yang tetap menjadi salah satu yang tertua di dunia, melestarikan beberapa manuskrip Islam yang paling berharga. Ini termasuk volume dari Muwatta Imam Malik yang tertulis pada perkamen kafilah, Seera dari Ibn Ishaq, transkrip utama Al-‘Ibar Ibn Khaldun, dan salinan Al-Qur’an yang diberikan ke institusi tersebut pada tahun 1602 oleh Sultan Ahmed al- Mansur.

Hampir 1200 tahun telah berlalu sejak berdirinya Universitas Al-Qarawiyin pada tahun 859, dan terus berlanjut hingga saat ini untuk menyatukan mahasiswa di berbagai bidang ilmu agama dan fisika. Institusi terhormat ini, yang telah memiliki 8.000 siswa pada abad ke-14, merupakan pusat warisan Fatima Al-Fihri.

Allah meminta manusia membaca dan berpikir memakai akalnya. Islam mengajarkan intelektualitas dan menyuruh muslim selalu memakai akalnya.

Sumber: whyislam.org

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline