Foto: Thinkstock

Fase Perjuangan Rasulullah

Setelah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dimuliakan oleh Allah dengan nubuwah dan risalah, kehidupan beliau dapat dibagi menjadi dua fase yang masing-masing memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri secata total, yaitu:

  • Fase Mekah

Berlangsung selama kurang lebih 13 tahun, fase Mekah dibagi menjadi 3 tahapan:

  1. Tahapan dakwah sirriyyah (dakwah secara sembunyi-sembunyi/diam-diam); berlangsung selama tiga tahun.
  2. Tahapan dakwah jahriyyah (dakwah secara terang-terangan) kepada penduduk Mekah; dari permulaan tahun keempat kenabian hingga Rasulullah hijrah ke Madinah.
  3. Tahapan dakwah di luar Mekah dan penyebarannya di kalangan penduduknya, yang juga mencakup fase Madinah dan berlangsung hingga wafatnya Rasulullah.

 

  • Fase madinah

Dibagi menjadi tiga tahapan:

  1. Tahapan yang diliputi oleh suasana instabilitas dan penuh goncangan, terjadinya masalah internal serta merangsaknya para musuh ke Madinah untuk menghabisi penduduknya dari luar. Tahapan ini berakhir dengan terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah pada bulan Dzulqa’dah tahun 6 H.
  2. Tahapan gencatan senjata bersama pimpinan kaum Paganis dan berakhir dengan terjadinya Penaklukan Mekah (Fathu Makkah) pada bulan Ramadhan tahun 8 H.
  3. Tahapan berbondong-bondongnya manusia masuk Islam. Berdatangannya para kabilah dan bangsa ke Madinah. Tahapan ini terus berlangsung hingga Rasulullah wafat, yakni pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 11 H.

 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sungguh sudah menyelesaikan tugasnya dalam menyampaikan risalah dan nubuwah kepada manusia dengan sempurna. Sekarang, menjadi tugas kita untuk berdakwah meneruskan perjuangan beliau, mendakwahkan Islam dengan sebagaimana Rasulullah berdakwah. []

 

 

Allahumma Shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad.

 

Sumber: Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri. 1421 H. Ar-Rahiq al-Makhtum, Sirah Nabawiyah “Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad”. Jakarta: Darul Haq.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Enam Pelajaran dari Dokter Hati

Karena saya termasuk makhluk bergerak, maka saya tidak peru menyibukkan hatiku dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Dzat yang Maha Kuat dan Kokoh.

you're currently offline