Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dua Tawaran dari Allah untuk Rasulullah

0 25

Dalam riwayat dari sahabat mulia Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan secara shahih oleh Imam Ath-Thabrani Rahimahullahu Ta’ala. Sekelompok orang kafir dari suku Quraisy mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, untuk menantang beliau.

“Mintalah kepada Tuhanmu, hai Muhammad, agar bukit Shafa ini dijadikan emas bagi kami. Jika hal itu berhasil kau lakukan, kami akan beriman kepadamu,” tantang Kafir Quraisy, pongah.

BACA JUGA: Apakah Masih Turun Wahyu Sesudah Rasulullah Wafat?

Lantaran harapan yang besar agar orang-orang Quraisy beriman, Nabi benar-benar menyampaikan doa seperti permintaan mereka. Tak butuh waktu yang lama, Malaikat Jibril ‘Alaihis salam segera hadir untuk menyampaikan salam dari Allah Ta’ala dan janji keterkabulan dari-Nya.

“Jika engkau mau,” kata Jibril menyampaikan kalimat dari Tuhan Semesta Alam, “maka Aku jadikan emas sebesar bukit Shafa itu bagi mereka. Namun, jika ada di antara mereka yang (tetap) kafir (setelah tercipta emas sebesar Shafa), Aku akan mengazab mereka dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada umat-umat terdahulu.”

Alangkah menggiurkannya tawaran Allah Ta’ala yang disampaikan melalui Malaikat Jibril ‘Alaihis salam ini. Bukankah selama ini kafir Qurisy terbukti bertindak jahat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya?

Tetapi, Nabi bukan manusia biasa. Beliau justru khawatir mendengar tawaran menggirukan tersebut. Hingga, Allah Ta’ala menyampaikan tawaran kedua, dan inilah yang dipilih oleh Rasulullah yang mulia akhlaknya.

“Dan jika engkau mau, Aku akan bukakan pintu taubat dan rahmat untuk mereka.” pungkas Jibril menyampaikan tawaran dari Allah Ta’ala kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

“Aku memilih pintu taubat dan rahmat saja,” tegas Nabi, teduh.

BACA JUGA: Kisah Perjalanan Laki-laki yang Ingin Bertaubat Setelah Membunuh 100 Orang

Inilah bukti kemuliaan akhlak Rasulullah. Beliau tak berpikir lama. Beliau langsung menerima tawaran kedua dengan keyakinan dan rasa kasih sayang yang mendalam kepada umat-umatnya, meski mereka mendurhakai dan mendustakan ajarannya. []

Wallahu a’lam

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline