Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dua Orang Utusan yang Datang kepada Rasulullah

0

Terdapat sebuah riwayat yang mengatakan: Sesungguhnya kabilah An-Nakha’ mengutus dua orang dari mereka kepada Nabi untuk memberitahukan keislaman mereka. Mereka berdua adalah Artha’ ah bin Syarahil bin Ka’ab, dari bani Haritsah bin Sa’ad bin Malik bin An-Nakha’, yaitu marga yang dinisbatkan kepadanya ayah Ibrahim An-Nakha’i.

Sedangkan laki-laki yang kedua adalah Al-juhaisy, nama asilnya adalah Al-Arqam, dari bani Bakr bin ‘Auf, yaitu marga yang dinisbatkan kepadanya binti Yazid bin Qais, ibunya Ibrahim An-Nakha’i.

Maka mereka berdua pun pergi sampai menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau menawarkan Islam kepada mereka berdua, dan mereka pun menerimanya, lalu berbai’at kepadanya atas nama kaumnya.

Kondisi mereka berdua dan keindahan rupanya menimbulkan kagum, maka beliau pun bertanya, “Apakah kaum yang belakang kalian semua seperti kalian?”

Salah seorang di antara mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami meninggalkan tujuh puluh orang dari kaum kami. Mereka semua lebih baik daripada kami. Setiap orang dari mereka mampu memutuskan perkara dan melaksanakan berbagai urusan. Mereka tidak melibatkan kami dalam suatu urusan yang terjadi.”

Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mendoakan kebaikan untuk mereka berdua dan juga kaumnya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berdoa, “Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada An-Nakha’.”

Lalu beliau memberikan bendera kepemimpinan kepada Artha’ah atas kaumnya, kemudian bendera itu ada di tangannya pada saat penaklukan kota Mekah. Dia juga menyaksikan peristiwa Qadisiyah dan terbunuh di sana. Lalu bendera itu diambil oleh saudaranya, Duraid, dan dia pun terbunuh.

Lalu bendera itu diambil oleh Saif bin Al-Harits dari bani Jadzimah, kemudian dia membawanya masuk ke Kufah.”

Demikianlah kisah An-Nakha’i bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan dari sana kita dapat menyimpulkan bahwa kabilah An-Nakha’ telah mengirimkan dua orang utusan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk memberitahukan kepada beliau tentang keislaman mereka, sebelum delegasi mereka yang terdiri dari dua ratus orang itu sampai kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. []

Sumber: Kisah Para Tabiin/Penulis:Syaikh Abdul Mun’im Al-Hasyimi /Penerbit:Ummul Qura

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline