Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dua Macam Taubat

0

Taubat, dapat diartikan sebagai kembalinya seorang hamba kepada jalan lurus yang telah Allah tentukan. Ibnu Taimiyah membagi Taubat menjadi dua macam: Wajib dan Sunnah.

BACA JUGA: Al-Hadid, Membuat Fudhail Bertaubat

Taubat yang wajib adalah taubat karena meninggalkan perintah atau larangan. Taubat semacam ini hukumnya adalah wajib bagi semua mukallaf, sebagaimana diperintahkan Allah melalui kitab dan para utusan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat semurni-murninya…” (QS. At-Tahrim [66]: 8)

Taubat sunnah adalah taubat karena meninggalkan perbuatan-perbuatan sunnah atau melakukan perbuatan-perbuatan makruh. Barangsiapa hanya melakukan taubat yang pertama, maka ia termasuk kelompok abrar (orang-orang baik) lagi lurus.

BACA JUGA: Perampok yang Bertaubat

Dan barangsiapa melakukan keduanya, maka ia tergolong kelompok orang-orang yang sampai (pada Tuhan) dab muqarrabin (orang-orang yang mendekatkan diri). []

Sumber: Jami’ ar-Rasail, Ibnu Taimiyah, tahqiq: Dr. Muhammad Rasyad Salim, Kairo: Mathba’ah al-Madani, hlm. 277.

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline