Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dua Macam Taubat

0 296

Taubat, dapat diartikan sebagai kembalinya seorang hamba kepada jalan lurus yang telah Allah tentukan. Ibnu Taimiyah membagi Taubat menjadi dua macam: Wajib dan Sunnah.

BACA JUGA: Al-Hadid, Membuat Fudhail Bertaubat

Taubat yang wajib adalah taubat karena meninggalkan perintah atau larangan. Taubat semacam ini hukumnya adalah wajib bagi semua mukallaf, sebagaimana diperintahkan Allah melalui kitab dan para utusan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat semurni-murninya…” (QS. At-Tahrim [66]: 8)

Taubat sunnah adalah taubat karena meninggalkan perbuatan-perbuatan sunnah atau melakukan perbuatan-perbuatan makruh. Barangsiapa hanya melakukan taubat yang pertama, maka ia termasuk kelompok abrar (orang-orang baik) lagi lurus.

BACA JUGA: Perampok yang Bertaubat

Dan barangsiapa melakukan keduanya, maka ia tergolong kelompok orang-orang yang sampai (pada Tuhan) dab muqarrabin (orang-orang yang mendekatkan diri). []

Sumber: Jami’ ar-Rasail, Ibnu Taimiyah, tahqiq: Dr. Muhammad Rasyad Salim, Kairo: Mathba’ah al-Madani, hlm. 277.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline