Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dua Jenis Pohon yang Buruk Menurut Umar

0 14

Diriwayatkan dari Ma`dan bin Abi Thalhah r.a: `Umar bin Khattab r.a. berkhutbah pada hari Jumat. Dia mcnyebut-nyebut Nabi Allah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar r.a.

Dia berkata, “Sesungguhnya saya bermimpi seekor jago mematuk saya tiga kali, dan saya yakin itu adalah tanda datangnya ajal saya, dan ada orang-orang yang memintaku supaya aku menunjuk penggantiku. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak akan menyia-nyiakan agama-Nya, kekhalifahan-Nya, dan sesuatu (Al-Quran) yang dengan itu Dia mengutus nabi-Nya; jika terjadi sesuatu pada saya, hendaklah penunjukan khalifah dilaksanakan dengan jalan musyawarah di antara enam orang yang ketika Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wasallam wafat, beliau dalam keadaan ridha terhadap mereka.

Saya tahu bahwa banyak orang yang akan mencelaku dalam perkara ini. Sungguh, saya tunjukkan bahwa mereka Islam. Kalau mereka melantiknya tanpa bermusyawarah, mereka adalah musuh-musuh Allah yang kafir lagi tersesat. Oleh karena itu, saya tidak meninggalkan sesuatu yang lebih penting sesudahku dari Kalalah.

Saya tidak pernah menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menanyai sesuatu, sesering saya menemui beliau untuk pemecahan hukum waris Kalalah ini. Tidak ada yang paling berat bagi saya, seberat pemecahan hukum waris Kalalah ini.

Tidak ada yang paling berat bagi saya, seberat masalah ini sehingga beliau menusukkan jarinya ke dada saya lalu bersabda, ‘Wahai `Umar, tidak cukupkah bagimu ayat Shaif di akhir Surah Al-Nisa.'”

`Umar berkata, “Sungguh, kalau saya berumur panjang, akan saya putuskan hukum Kalalah ini dengan putusan hukum orang yang membaca Al-Quran dan orang yang tidak membaca Al-Quran.”

Selanjutnya, `Umar berkata, “Wahai Allah, saya mohon persaksian Engkau bahwa saya telah menunjuk gubernur atas setiap negeri supaya mereka berlaku adil dan meng-ajarkan agama mereka, Sunnah Nabi mereka, membagi harta rampasan perang, dan supaya mereka melaporkan kepada saya kesulitan-kesulitan yang mereka alami dalam menye-lesaikan urusan rakyat.”

Kemudian `Umar berkata, “Wahai manusia! Engkau memakan dua jenis pohon yang buruk menurut saya, yaitu bawang merah dan bawang putih. Sungguh, saya mengetahui apabila Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan baunya dari seseorang di dalam masjid, beliau menyuruhnya keluar ke Baqi. Barang siapa hendak memakannya, masaklah dahulu supaya tidak berbau.'” (2: 81—S.M.) []

Sumber: Ringkasan Shahih Muslim – Hc (new)/Penulis: Zaki Al-din ‘abd Al-azhim Al-mundziri/Penerbit: Mizan,2008

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline