Picture: Uiconstock

Dua Hari Tanpa Air Susu

Kelahirannya memancarkan cahaya.Tak ada rasa sakit yang dirasakan oleh sang ibu yang melahirkannya sekalipun tanpa sosok suami di sisinya. Kelahirannya jatuh pada peristiwa penyerangan Ka’bah oleh pasukan Abraham. 

Aminah memandang bayinya dengan penuh cinta. Ia berusaha keras untuk menyuapkan putingnya, tetapi sang bayi menutup mulutnya rapat-rapat. Hal itu membuat Aminah sangat khawatir terhadap anak tercintanya. la berpikir bahwa sang bayi tidak mau menyusu karena air susunya sendiri tidak mencukupi bagi sang bayi. Kepergian suaminya, Abdullah, ternyata sangat berpengaruh pada dirinya hingga membuat air susunya lenyap oleh kesedihan yang begitu mendalam.

Malam kedua pun berlalu. Aminah begadang di sisi bayi kecilnya. la sama sekali tidak bisa tidur. Sang bayi mendongak ke arah langit, memandangi rembulan seolah sedang berbisik dengannya. Kedua mata bayi kecil itu terbuka dan wajahnya tidak menampakkan kelemahan. Kehidupan tampak bersinar di wajahnya meskipun belum ada sesuap makanan pun singgah di dalam perutnya. Semenjak lahir, bayi ini seakan lebih menyukai makanan ruhani daripada makanan tubuh. la lebih mementingkan kebutuhan jiwa daripada kebutuhan tubuh.

Air mata cinta dan kasih sayang mengalir deras dari kedua mata sang ibu yang sangat menyayangi bayinya. Benarkah sang bayi bertahan hidup selama dua hari tanpa makan, tanpa ada sesuatu pun yang singgah ke dalam perutnya? Untuk kesekian kalinya, ia mencoba menyuapkan putingnya kepada sang bayi, tetapi sang bayi tetap menutup mulut rapat-rapat, menolak untuk menyusu.

Pagi harinya datanglah Tsuwaibah, budak wanita Abu Lahab. Begitu budak ini memberikan putingnya, sang bayi segera meraih dan menyusu dengan lahap. Bersinarlah wajah Aminah karena bahagia. Dadanya menjadi lega hingga kedua matanya pun berlinang karena bahagia. Sebelum itu, Tsuwaibah juga pernah menyusui paman sang bayi, Hamzah ibn Abdul Muththalib. []

Sumber: Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam/ Penulis: Bassam Muhammad Hamami/ Penerbit: Qisti Press/ 2017

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Do’a yang Membuat Musuh Terkapar

Amr bin Abu as-Saraya pernah bercerita bahwa ia pernah ikut bertempur di wilayah Romawi. la berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuannya melawan kaum kafir.

you're currently offline