Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ditawarkannya Seorang Gadis untuk Nabi Musa

0 2

Sejak muda, Nabi Musa sudah menganggap Firaun sebagai manusia biasa yang tidak pantas disembah. Tidak hanya kecerdasan dan keimanan, Nabi Musa juga memiliki sifat pengasih yang luar biasa, terutama pada kaum Bani Israil yang kerap menjadi sasaran penyiksaan ayahnya.

Nabi Musa muda sering melihat orang-orang Bani Israil diperlakukan sewenang-wenang. Mereka sering disiksa dan dihukum tanpa keadilan.

Suatu hari, Nabi Musa pernah menyelamatkan seorang laki-laki Bani Israil yang sedang beradu mulut dengan para prajurit Firaun. Tanpa sengaja, Nabi Musa mendorong tubuh salah seorang prajurit sehingga prajurit itu roboh. Ternyata, dorongan Nabi Musa itu sangat kuat sehingga sang prajurit jatuh dan akhirnya meninggal dunia.

Sejak saat itu, Nabi Musa menjadi buronan pihak istana. Dirinya diburu dan terancam hukuman mati karena telah membunuh seorang prajurit Mesir. Firaun dan para pejabat istana mendapatkan kesempatan emas untuk menyingkirkan Nabi Musa.

Sudah sejak lama mereka memendam keinginan untuk bisa menghabisi Nabi Musa.Nabi Musa yang ingin menghindar dari kejaran para tentara Mesir melarikan diri melewati gurun-gurun pasir. Itulah kali pertama ia melintasi gurun pasir yang gersang dan panas. la berjalan terus sampai akhirnya tiba di daerah yang bernama Madyan. Di tempat itu, Nabi Musa bertemu dengan seorang gadis yang kesulitan mendapatkan air untuk hewan ternaknya. Gadis itu memiliki seorang ayah yang sudah tua dan sakit-sakitan.

Ketika berhasil membantu gadis itu, Nabi Musa diajak untuk menemui ayah sang gadis di rumah. Awalnya Nabi Musa berjalan di belakang sang gadis, tetapi kemudian ia meminta agar dirinya berjalan di depan saja dan si gadis memberitahukan arahnya dari belakang. Sikap ini adalah bentuk kesopanan seorang Nabi Musa terhadap kaum wanita. la sangat menghormati kaum wanita dan tidak ingin berbuat jahat pada si gadis.

Setelah memperkenalkan diri di hadapan ayah si gadis, Nabi Musa ditawari untuk menikah dengan gadis pengembala ternak yang ia tolong itu. Nabi Musa diberikan syarat untuk mengembala ternak mereka sekurang-kurangnya delapan tahun jika bersedia menikah dengan anak gadis itu. Nabi Musa pun menyetujui dan membuat kesepakatan. Sejak saat itu, ia menjadi seorang pengembala ternak di daerah Madyan yang terpencil dan jauh dari ingar-bingar kehidupan kota. []

Sumber: Cerita Terbaik 25 Nabi & Rasul/ Penulis: Wirawan Sukarwo/ Penerbit: Panda Media, 2014

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline