Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dibangunkan oleh Malaikat

0

Saat itu empat puluh dari kehidupan Muhammad. Dia menghabiskan bulan Ramadhan untuk berdo’a dan memohon di gua Hira hingga suatu malam cahaya wahyu tiba-tiba masuk ke dalam dirinya.

Malaikat mulia membangunkan dari tidurnya, tiga kali suara kerasnya dipekakan ke telinganya dan tiga kali genggaman keras ditimpakan kepadanya.

“Bacalah.”

“Aku tidak dapat membaca,” kata dia (Muhammad).

Dia menekankanku, “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu.”

Lalu Nabi menjawab, “Aku tidak dapat membaca.”

Dia mendesakku hingga aku kelelahan. Kemudian malaikat itu berkata, “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia segumpal darah, karena Tuhanmu Maha pemurah.” Nabi mengulangi ayat-ayat ini. Dia bergetar ketakutan.

Pada saat itu dia datang kepada istrinya, Khadijah, yang berkata, “Tuhan tidak akan pernah menghinamu. Engkau menyatukan hubungan saudara kandung. Engkau menanggung beban kaum yang lemah. Engkau membantu Kaum miskin dan orang yang membutuhkan, engkau menghibur para tamu dan memikul kesulitan di jalan yang benar.”[]

Sumber: Sirah Nabi Muhammad Saw /Penerbit: Marja /Penulis: Prof. Abdul Hamid Siddiqi,2005

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline