Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dibalik Sikap Utsman

Pada tahun 26 Hijriyah, Utsman bin Affan yang telah menjadi khalifah ketiga, memutuskan untuk memperluas Masjidil Haram. Namun keputusannya itu tidak disetujui oleh sebagian penduduk Mekah. Sebagian dari mereka menjual tanah mereka dan sebagian lainnya menolak.

Namun demi kepentingan bersama, Utsman tetap mengambil keputusan untuk perluasan itu. Pada akhirnya, secara paksa Utsman meminta agar rumah-rumah yang enggan dijual untuk perluasan Masjidil Haram itu dirobohkan. Kemudian Utsman membayar dan mengganti atas apa yang telah ia putuskan itu. Sebagian penduduk yang awalnya menolak itu lalu menyoraki Utsman. Utsman pun akhirnya memilih memenjarakan mereka.

BACA JUGA:  Benarkah Utsman yang Menjadi Penyebab Terjadinya Baiat Ridhwan?

Read More

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Setelah itu Utsman berkata, “Tahukah apa yang membuat kalian berani padaku? Kalian berani padaku tak lain karena kelembutamku. Dahulu Umar melakukan hal yang sama, tetapi kalian tidak menyorakinya.

Tak lama setelah itu, Abdullah bin Khalid bin Usaid berbicara pada Utsman berkenaan dengan orang-orang tersebut. Akhirnya mereka pun dibebaskan. Inilah yang terlihat dibalik sifat Utsman bin Affan yang lemah lembut, ternyata ia juga dapat menjadi orang yang sangat kuat pendiriannya.[]

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Utsman bin Affan. Jakarta: Pustaka Al-Inabah

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More