Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dialog Tingkatan Keikhlasan

0 5

Suatu ketika Malik bin Dinar, Hasan al-Bashri dan saudara Syaqiq al-Balkhi mendatangi Rabi’ah Al-Adawiyah untuk. membicarakan keikhlasan.

Pada pertemuan itu merupakan orang pertama yang angkat bicara ialah Hasan, “Orang yang tidak sabar menghadapi cobaan Allah, maka ia belum bisa dikatakan benar dalam pengakuannya sebagai Muslim.”

“Ini adalah tipu daya.” tungkas Rabi’ah.

“Orang yang belum bersyukur atas cobaan Allah, maka ia belum dianggap benar dalam pengakuannya,” Syaqiq al-Balkhi.

“Ada lagi yang lebih baik dari itu?” Tanya Rabi’ah.

“Orang yang belum merasa sedap menerima cobaan Allah, maka ia belum juga dianggap benar dalam pengakuannya,” jelas Malik bin Dinar.

“Ada lagi yang lebih baik dari itu?” Ucap Rabi’ah dengan nada tinggi.

Akhirnya, tiga ulama besar itu berkata pada Rabi’ah Al-Adawiyah, “Kalau begitu, katakanlah kepada kami bagaimana yang engkau maksudkan?”

Kemudian Rabi’ah Al-Adawiyah menjelaskan, “Orang yang masih ingat dan merasakan cobaan yang sedang menimpa dirinya belum dikatakan orang yang terbaik. Yang terbaik adalah orang yang lupa segala-galanya ketika menerima musibah, dan hanya Allah yang diingatnya. Yakni sebagaimana wanita-wanita Mesir lupa bahwa tangannya telah terluka ketika menyaksikan ketampanan paras Nabi Yusuf a.s.” []

Sumber: 165 Nafas-nafas Cinta, Kidung Cinta Rabiah Al-Adawiyah/Penulis:Rudyiyanto/Penerbit: Srigunting,2010

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline