Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dia Tak Memenuhi Panggilan Amirul Mukminin

0

Dari Amr bin Ashim dari Salam bin Miskin dari Imran bin Abdullah bin Thalhah Al-Khuza’i, dia berkata, “Ketika Al-Walid resmi diangkat sebagai khalifah, dia datang ke Madinah. Setelah berada di Madinah, dia lalu masuk ke sebuah masjid dan melihat seseorang yang sudah tua dikelilingi banyak orang.

Al-Walid bertanya, “Siapa orang itu?”

Orang-orang di situ menjawab, “Dia adalah Said bin Al-Musayyib.”

Ketika sang khalifah duduk, dia mengutus pengawalnya untuk memanggil Said bin Al-Musayyib. Lalu, utusan khalifah itu pun mendatanginya dan mengatakan, “Penuhilah panggilan Amirul Mukminin!”

Dia menjawab, “Mungkin anda salah menyebut namaku atau mungkin dia mengutus anda kepada orang selain aku.”

Kemudian utusan khalifah itu kembali dan melaporkan sikap Said itu, sehingga membuat sang khalifah marah dan berniat untuk menghampirinya sendiri.

Pada saat itu, orang-orang masih ramai di dalam masjid, sehingga mereka menyambut sang khalifah dan berkata, “’Wahai Amirul Mukminin, dia adalah ulama fikih di Madinah, pembesar kaum Quraisy dan juga teman dari ayahmu. Tidak ada seorang pun dari para khalifah yang bisa membuatnya memenuhi panggilan mereka.’

Mereka mengatakan begitu berulang-ulang, hingga akhirnya sang khalifah pun pergi darinya.”

Mungkin saja dia tidak mau memenuhi panggilan para khalifah tersebut karena melihat kezhaliman yang mereka lakukan dalam menjalankan pemerintahan. Buktinya, dia pernah memenuhi panggilan dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang pada saat itu sedang menjabat sebagai walikota Madinah.”

Ibnu Sa’ad dalam kitab Ath-Thabaqat dari Malik bin Anas mengatakan, “Pada saat Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai khalifah, dia tidak pernah memutuskan suatu perkara kecuali setelah meminta pendapat dan bermusyawarah dengan Said bin Al-Musayyib.

Pada suatu ketika, Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah mengutus pengawalnya untuk menanyakan suatu permasalahan. Kemudian, pengawal tersebut mengundangnya dan mengajaknya datang ke istana. Setelah Said datang, Umar bin Abdul Aziz buru-buru berkata, “Utusanku telah melakukan kesalahan, aku hanya ingin menanyakan kepadamu tentang suatu permasalahan di majelismu.”

Dari Salamah bin Miskin, dia berkata, “Imran bin Abdullah telah memberitahukan kepada kami, dia berkata, “Aku melihat sosok Said bin Al-Musayyib adalah seorang yang lebih ringan untuk berjuang di jalan Allah dari seekor lalat.” []

Sumber: 60 Biografi Ulama Salaf/ Penulis: Syaikh Ahmad Farid/ Penerbit: Darul Haq

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline