Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dia Tak Ingin Menjual Agama dengan Harga Murah

0

Ia merupakan lukisan nyata tentang kepribadian Arab dengan segala kedalaman ilmunya. Sementara ayahnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah orang yang pertama kali beriman, ia masih tenggelam dalam kekafiran. Ia sosok yang keras kepala dan kokoh dalam membela berhala-berhala Jahiliyah.

Sebelum ‘Abdurahman memeluk Islam, ia termasuk salah seorang yang keras laksana batu karang yang menyatu menjadi satu.

BACA JUGA: Abu Bakar: Hai Umar Tahanlah Ucapanmu!

Dan pada suatu hari, berdentanglah saat yang telah ditetapkan oleh takdir itu, yakni saat yang menandai kelahiran baru dari ‘Abdurrahman bin Abu Bakar Shiddiq. Pelita-pelita petunjuk telah menyuluhi dirinya, hingga mengikis habis bayang-bayang kegelapan dan kepalsuan warisan Jahiliyyah. Dilihatnya Allah yang Maha Esa di segala sesuatu yang terdapat di sekelilingnya dan petunjuk Allah pun berurat dan berakar pada diri dan jiwanya, hingga dia menjadi salah seorang muslim.

Secepatnya ia bangkit melakukan perjalanan jauh menemui Nabi untuk kembai ke pangkuan agama yang hak. Maka bercahayalah wajah Abu Bakar karena gembira ketika melihat putranya itu berbaiat kepada Nabi.

Tatkala diketahuinya setelah itu bahwa Mu’awiyah sedang bersiap-siap hendak melakukan kunjungan ke Madinah, ‘Abdurrahman segera meninggalkan kota itu menuju Makkah. Dan rupanya kehendak Allah akan menghindarkan dirinya dari bencana dan akibat pendiriannya ini.

Karena, baru saja ia sampai di luar kota Makkah dan tinggal sebentar di sana, roh nya pun berangkat menemui Rabb nya.

Di masa Nabi sama halnya di masa-masa khalifah sepeninggal beliau, ‘Abdurrahman tak ketinggalan mengambil bagian dalam peperangan dan tak pernah pula ia berpangku tangan dalam jihad yang beraneka ragam.

Dalam perang Yamamah yang terkenal itu, jasanya amatlah besar. Keteguhan dan keberaniannya memiliki peranan besar dalam merebut kemenangan dari tentara Musailamah dan orang-orang murtad.

Bahkan dialah yang menghabisi nyawa Mahkam bin Thufail, yang menjadi otak perencana bagi Musailamah. Dengan segala daya upaya dan kekuatannya, ia berhasil mengepung benteng terpenting yang digunakan oleh tentara murtad sebagai tempat yang strategis untuk pertahan mereka.

BACA JUGA: Mengapa Bumi Memuntahkan Jasad Seorang Syuhada?

Mu’awiyah mengirim utusan untuk menyerahkan uang kepada ‘Abdurrahman sebanyak seratus ribu dirham dengan maksud hendak membujuknya.

Tetapi ‘Abdurrahman membuang harta itu jauh-jauh, lalu katanya kepada utusan Mu’awiyah, “Kembalilah kepadanya dan katakan bahwa ‘Abdurrahman tak hendak menjual agamanya dengan dunia!” []

Sumber: Karasteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah/ Penulis: Khalid Muh. Khalid/ Penerbit: Cv. Diponegoro Bandung

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More