Picture: shutterstock.

Datangnya Haid tidak Menjadikan Putusnya Kemesraan

Ummu Salamah menceritakan, “Saat aku berbaring satu selimut dengan Rasulullah, tiba-tiba darah haidku keluar. Maka aku pun keluar dalam selimut.”

“Mengapa engkau bangun wahai Ummu Salamah?” tanya Rasulullah.

“Darah haidku keluar.” jawab Ummu Salamah.

Rasulullah kemudian berkata, “Itu adalah ketetapan Allah untuk kaum hawa dari keturunan Adam.”

Ummul Mukminin Ummu Salamah kemudian bangun dan merapikan pakaiannya, lalu ia kembali ke tempat tidur.

Rasulullah melanjutkan, “Kemarilah, masuk kembali ke selimut ini.”

Ummu Salamah kemudian masuk ke selimut yang Rasulullah kenakan.

Datangnya haid tidak menjadikan putusnya kemesraan dan kehangatan rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tetap menjaga dan melakukan hal yang mendatangkan kehangatan dan kebahagiaan tersendiri.

 

Sumber: Abdul-Wahhab bin Nasir Ath-Thariri. 1435 H. Al-Yaum An-Nabawi, Agenda Harian Rasulullah . Jakarta: as@-prima pustaka.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Beginilah Akhirnya Bila Hanya Mencintai Rupa

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata, “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

you're currently offline