Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Cukuplah Allah sebagai Penjamin

0

Abu Hurairah r.a. mengisahkan bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada seorang lelaki dari bani Israel meminta kepada sahabatnya yang juga dari bani Israel agar meminjaminya uang seribu dinar.

Sahabat lelaki itu berkata, ‘Hadirkan para saksi agar aku dapat menjadikan mereka para saksi.’

Lelaki itu menjawab, ‘Cukuplah Allah sebagai saksi.’

Sahabat lelaki itu memberi alternatif, ‘Kalau begitu datangkanlah orang yang menjamin (bahwa kamu akan membayar) utangmu!’

Lelaki itu bersikeras, ‘Cukuplah Allah sebagai penjamin.’

Sahabat lelaki itu menukas, ‘Engkau benar.’

Ia pun meminjamkan uang seribu dinar dengan batas waktu pengembalian yang ditentukan.”

Kemudian si lelaki peminjam uang melakukan petjalanan lewat laut untuk menyelesaikan keperluannya. Saat jatuh tempo pengembalian hutang, ia mencari kapal laut untuk kembali dan membayar utangnya. Namun, ia tidak berhasil mendapatkan kapal. Ia lalu melubangi sebilah kayu dan kerhudian memasukan uang seribu dinar dan selembar surat untuk sahabatnya.

Related Posts

Apakah Kalian Meyakini Bahwa Muhammad Itu Gila?

Ditutupnya kembali lubang kayu itu dan dihanyutkan ke laut. Lelaki itu berkata, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa aku berutang kepada si fulan uang seribu dinar. Saat ia meminta jaminan aku menjawab, ‘cukuplah Allah sebagai jaminan.’ Ia juga meminta saksi dan aku katakan, ‘Engkau sebagai saksi.’ Sungguh, aku telah berusaha
untuk mendapatkan kapal agar aku bisa mengirimkan uangnya. Tetapi, aku tidak mendapatkannya. Aku titipkan uang ini kepada-Mu.”

Kemudian ia melemparkan kayu itu hingga hanyut terbawa ombak. Lalu ia pergi ke kapal yang mengantarkannya ke negerinya. Sementara itu sahabat yang telah meminjamkan uang kepadanya sudah menunggu-nunggu, barangkali ada orang yang hendak membayar utangnya itu.

Tiba-tiba, ia melihat sepotong kayu terapung di laut. Ia pungut kayu itu dan menjadikannya sebagai kayu bakar untuk keluarganya. Saat lelaki itu membelah kayu, ia melihat uang dan surat yang dikirimkan oleh orang yang dulu meminjam uang. Beberapa waktu kemudian, si lelaki peminjam uang itu datang dan menyerahkan uang seribu dinar.

Lelaki itu berkata, “Demi Allah, aku telah berusaha sekuat tenaga supaya aku bisa membayar utangku padamu. Namun, aku tidak mendapatkannya sampai saat sebelum aku datang padamu sekarang ini.”

Sahabat lelaki itu berkata, “Apakah engkau mengirimkan sesuatu kepadaku?”

Lelaki itu berkata, “Sudah kukatakan kepadamu bahwa aku tidak mendapatkan kapal kecuali sebelum kedatanganku ini.”

Sahabat lelaki itu berkata, “Sesungguhnya Allah telah menyampaikan kayu yang engkau kirimkan dan menujukkan uang seribu dinar itu kepadaku.” Sesungguhnya Allahlah sebaik-baik saksi. []

Sumber: Kisah-kisah teladan untuk keluarga: pengasah kecerdasan spiritual/Penulis: Mulyanto/Penerbit: Gema Press,2004

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline