Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ceritakan kepadaku tentang Ahmad bin Hanbal (Bagian 1)

0

Kedudukan ilmu sungguh tinggi, para ulama zaman dulu, rela mengorbankan waktu, tenaga bahkan hartanya hanya untuk mendapatkan ilmu. Saat ini begitu mudahnya untuk mendapat ilmu dengan fasilitas teknologi dan majelis ilmu serta beragam buku, namun sangat sedikit yang sungguh-sungguh mencari ilmu untuk dirinya, untuk diamalkan dan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan ummat.

BACA JUGA: Ia Seperti Guru yang Tidak Pernah Berdusta dan Keliru

Sebagian ulama menukil dari Hafid Baqi Abdurrahman bin Ahmad. Ia berkata, “Aku mendengar ayah berkata, ‘Ayah melakukan perjalanan dari Makkah menuju Baghdad. Ia berharap bisa bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Ayah berkata, “Saat aku telah berada di tempat dekat Baghdad, aku mendapati ujian berat, karena ia dilarang. Aku sangat sedih.”

Aku memasuki kota Baghdad, dan aku menyewa rumah penginapan di sana.

Aku datang ke masjid. Aku ingin duduk bersama para jamaah lain. Aku menuju sebuah halaqah. Aku lihat seseorang lelaki sedang mengajar murid-muridnya.

Seseorang berkata kepadaku, “Guru yang sedang mengajar adalah Yahya bin Ma’in.”

Aku mendapati sebuah tempat kosong, lalu aku maju agar bisa dekat dengan Yahya bin Ma’in.

Aku mendekatinya, lalu berkata, “Wahai Abu Zakariya, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu, aku adalah laki-laki asing yang jauh dair tanah kelahirannya. Aku ingin bertanya tentang sesuatu kepada Tuan. Janganlah Tuan menyia-nyiakan harapanku.”

Related Posts

Kita Bukanlah Seperti Rasulullah

Yahya bin Ma’in berkata, “Bertanyalah!”

Kemudian aku bertanya tentang beberapa orang yang pernah aku temui. Sebagian orang dia nilai baik, dan sebagian lagi dinilainya cacat. Lalu aku bertanya tentang Hisyam bin Ammar. Yahya menjawab, bahwa nama lain Hisyam bin Ammar adalah Abu Al-Walid, pemilik majelis di Damasukus, sosok yang tsiqah di atas standar tsiqah, jika ia sedikit sombong, hal itu tidak membuatnya cacat karena kebaikan dan keutamaan yang dimilikinya.

Beberapa orang yang hadir berkata dengan suara kencang, “Cukup, cukup bagimu -Semoga Allah memberikan rahmat kepadamu- sekarang giliran yang lain untuk bertanya!”

Sambil berdiri aku bertanya, “Ceritakan kepadaku tentang seorang lelaki, yatu Ahmad bin Hanbal.”

BACA JUGA: Pemabuk Ini Wafatnya Tidak Ada yang Mau Mengurusnya, tapi Ini yang Terjadi!

Yahya melihatku dengan pandangan heran.

Ia berkata, “Bagaimana kami berani menilai Ahmad bin Hanbal?! Beliau imam kaum Muslimin, orang terbaik dan paling utama.” []

Sumber: Golden Stories Kisah-Kisah Indah Dalam Sejarah Islam/Karya: Mahmud Musthafa Sa’ad & Dr. Nashir Abu Amir Al-Humaidi/Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline