Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Celakalah Kedua Tangan Abu Lahab

0 26

Setelah Nabi merasa yakin terhadap janji Abu Thalib untuk melindungi dalam menyampaikan wahyu dari Allah, maka suatu hari beliau berdiri di atas Shafa, lalu berseru, “Wahai semua orang!”

Maka semua suku Quraisy berkumpul memenuhi seruan beliau, lalu beliau mengajak mereka kepada tauhid dan iman kepada risalah beliau serta iman kepada Hari Akhirat.

Al-Bukhari telah meriwayatkan sebagian dari kisah ini, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Tatkala turun ayat, “Dan, berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat”, maka Nabi naik ke Shafa, lalu berseru, `Wahai Bani Fihr, wahai Bani Adi!’ yang ditunjukan kepada semua suku Quraisy, hingga mereka berkumpul semua. Jika ada seseorang berhalangan hadir, maka dia mengirim utusan untuk mclihat apa yang sedang terjadi.

Abu Lahab berserta para pemuka Quraisy juga ikut datang. Beliau melanjutkan, “Apa pendapat kalian jika kukabarkan bahwa di lembah ini ada pasukan kuda yang mengepung kalian, apakah kalian percaya kepadaku?”

“Benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah mempunyai pengalaman bersama engkau kecuali kejujuran.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku memberi peringatan kepada kalian sebeluam datangnya adzab yang pedih.”

Abu Lahab berkata, “Celakalah engkau untuk selama-lamanya. Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?”

Lalu turun ayat, “Celakalah kedua Tangan Abu Lahab.”

Muslim meriwayatkan bagian lain dari kisah ini dari Abu Hurairah dia berkata, “Tatkala turun ayat, ‘Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat’, beliau menyeru secara umum maupun khusus, lalu bersabda, ‘Wahai semua orang Quraisy, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Ka’b, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Fathimah binti Muhammad, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Demi Allah, sesungguhnya aku tidak bisa berbuat apa pun terhadap diri kalian di hadapan Allah kccuali jika kalian mcmpunyai kerabat dekat, sehingga aku bisa membasahinya menurut kebasahannya.” []

Sumber:Sirah Nabawiyah/ Penulis: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri/ Penerbit: Al-Kautsar,1997

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline