Picture: Pngtree

Cara Mencintai Rasulullah

Orang-orang saleh mencintai dan mengagungkan Rasulullah Saw sebagaimana para sahabat mencintainya lebih dari pada kecintaan mereka kepada dirinya sendiri.

Kata cinta merupakan kata manis yang indah didengar. Satu kata namun juga penuh makna. Cinta merupakan rasa yang timbul dalam hati untuk sesuatu yang dicintai.

Mencintai Rasulullah harus didahulukan dibandingkan dengan kecintaan kepada segala sesuatu, selain kecintaan kepada Allah. Karena mencintai Rasulullah sudah otomatis mencintai Allah.

Orang yang beriman akan merasakan manisnya iman jika hanya allah dan Rasul-Nya yang paling ia cintai.

Rasulullah Saw bersabda “ ada tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada selain keduanya,…(HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu tanda cinta kepada Rasulullah adalah mengamalkan sunnahnya, mengajak kaum muslim untuk mengamalkannya, serta berjuang membelanya dari orang-orang yang mengingkarinya.

Namun bagaimana cara mencintai Rasulullah itu?

1. Mencintai Rasulullah dengan cara mengagungkan, memuliakan, dan meneladaninya.

2. Menaati perintah Rasulullah Saw.
Allah memerintahkan setiap Muslim dan Muslimah untuk taat kepada Rasulullah.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul…” (QS. An-Nisa’ : 59)

3. Membenarkan ucapan Rasulullah. Sebab Rasulullah Saw tidak berkata menurut hawa nafsu, melainkan atas dasar hukum syara.

4. Beribadah sesuai dengan petunjuk Rasulullah.
Rasulullah diutus oleh Allah sebagai suri tauladan yang paling baik, baik mengenai akhlaknya, ibadahnya atau pun amalan lainnya. Karena itu umat islam wajib taat kepada Rasulullah supaya dapat meraih cintanya. []

Sumber:Muhasabah Cinta/ Penulis: @Tausiyahku & @HaditsKu/ Penerbit:QultumMedia/ April, 2014

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline