Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Budak di Bumi, Raja di Surga

0

Suatu ketika, Abu Hurairah r.a. sedang berada di majelis Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba beliau bersabda, “Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang salat berjamaah bersama kalian.”

Dalam hatinya, Abu Hurairah r.a. berharap bahwa orang yang dimaksud itu adalah dirinya. “Aku berharap semoga akulah yang dimaksud oleh Rasulullah itu,” katanya dalam hati.

BACA JUGA: Abu Hurairah: Surga Itu Bangunannya dari Apa?

Untuk itulah, pagi-pagi sekali Abu Hurairah r.a. salat subuh berjamaah di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan tetap tinggal di majelisnya sampai para jamaah lainnya pulang kecuali Umar r.a. dan Ali r.a.

Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang langsung menjabat tangan lelaki itu. Orang itu meminta Nabi untuk mendoakannya.

“Nabi Allah, doakan semoga aku mati syahid,” pinta laki-laki itu.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun mendoakannya. Ketika beliau berdoa, Abu Hurairah mencium harum semerbak minyak kasturi.

Setelah laki-laki itu pergi, Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah orang itu yang akan menjadi ahli surga?”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ya, benar. Ia adalah seorang budak marga Fulan.”

Abu Hurairah kembali bertanya, “Mengapa Anda tidak membeli dan memerdekakannya?”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Bagaimana aku akan berbuat demikian bila Allah akan menjadikannya sebagai seorang raja di surga? Ketahuilah, di surga nanti juga ada raja dan pemuka. Lelaki itu adalah salah seorang raja dan pemuka di surga. Allah sangat menyayangi hamba-Nya yang berhati suci, yang samar, yang terurai rambutnya, yang menahan perutnya kecuali dari makanan yang halal. Bila dia masuk ke istana seorang raja, tak akan diizinkan. Bila meminang wanita bangsawan, tak akan diterima. Bila tidak ada, tak dicari. Bila ada pun tak dihiraukan orang. Bila sakit, tak ada yang menjenguk. Bahkan, bila meninggal, jenazahnya juga tak dihadiri.”

Ketika itu, salah seorang sahabat bertanya, “Bisakah engkau tunjukkan kepada kami seorang dari mereka?”

BACA JUGA: Ammar bin Yasir: Apakah Kalian akan Lari dari Surga?

“Uwais Al-Qarni salah satunya. Ia berkulit coklat dan bidang kedua bahunya. Setiap kali berdiri, ia selalu menundukkan kepalanya sambil membaca Al-Qur’an. Ia tidak terkenal di bumi, tapi sangat terkenal di langit. Andaikan ia sungguh-sungguh minta sesuatu kepada Allah, pasti Allah akan memberinya. Di bahu kirinya ada bekas belang sedikit. Umar dan Ali! Jika kalian bertemu dengannya mintalah kepadanya supaya memohonkan ampun untuk kalian,” kata Nabi sambil memandang dua sahabat terdekatnya itu. []

Sumber: Di Istana Cinta Rasulullah/Karya: Mokh Syaiful Bakhri/Penerbit: Erlangga/2006

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More