Foto: All-free-download.com

Berperang dalam Keadaan Mengandung

Dialah Ummu Sulaim Seorang Muslimah yang dikenal dengan Maharnya yang Mahal, seorang Muslimah yang dikenal dengan kecerdasannya dan kepribadiannya yang luhur.

Setelah peristiwa Fathu Makkah, Rasulullah dengan para sahabat berangkat untuk perang Hunain. Begitupun dengan Ummu Sulaim ikut bersama rombongan untuk menemani suaminya yaitu Abu Thalhah.

Abu Thalhah tetap bertahan bersama Rasulullah dalam perang Hunain. Ia berhasil membunuh kurang lebih dua puluh orang kaum musyrikin.

Rasulullah berkata, “Ia salah satu singa-singa Allah.”

Ummu Sulaim yang saat ini tengah mengandung anaknya yang kelak diberinama Abdullah. Ummu Sulaim mengikatkan kain ke perutnya, lalu tangannya memegang tali kekang unta dari Abu Thalhah, sedangkan tangan satunya memegang tombak. Ketika Abu thalhah melihat hal itu, ia berkata, “Apa yang engkau lakukan wahai Ummu sulaim?”

Ummu Sulaim menjawab, “Jika ada musuh yang mendekat kepada Rasulullah, aku akan robek perutnya dengan tombak ini.”

Abu Thalhah berakata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau mendengar ucapan Ummu Sulaim?”

Kemudian Rasulullah tersenyum dan mendo’akan keduanya.

Kecintaan Ummu Sulaim kepada Allah dan Rasul-Nya membuatnya turun kemedan laga padahal kondisi beliau pada saat itu tengah mengandung. Tak ada rasa khawatir sedikitpun akan kondisi bayi dalam kandungannya. Beliau lebih mengkhawatirkan Rasulullah daripada dirinya sendiri. []

Sumber: Nabi Muhammad di Hati Sahabat/ Penulis: Walid al-A’zhami/ Penerbit: Qalam/ 2016

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline