Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Berbagai Perkara yang Menghalangi Amal Bajik (Bagian 2 Habis)

Islam menjelaskan tentang sejumlah perkara yang merintangi sampainya amal ibadah ke hadirat Allah Swt, selain pula sejumlah lainnya yang dapat mengangkat dan mengantarkan amal ibadah ke hadirat-Nya

BACA JUGA: Berbagai Perkara yang Menghalangi Amal Bajik (Bagian 1)

“Kemudian para malaikat pencatat amal naik dengan membawa amal seorang hamba berupa fikih, Ijtihad, ketakwaan, serta mengeluarkan sura seperti suara gunung dan bercahaya seperti kilat, dengan 3000 malaikat. Mereka (para malaikat pencatat) berjalan sampai malaikat penjaga langit ke tujuh.

Maka, malaikat itu berkata, ‘Berhentilah, lemparkan amal ini ke wajah pelakunya! Aku adalah malaikat penghalang (al-hijab), aku menghalangi semua amal yang bukan karena Allah. Sesungguhnya dia ingin berada di atas tokoh-tokoh, namanya disebut-sebut di majlis-majlis, dan disuarakan di kota-kota. Tuhanku telah memerintahkanku untuk tidak membiarkan amalnya melintasiku, amal yang dikerjakan tidak murni (ikhlas) karena Allah.’

“Kemudian para malaikat pencatat naik membawa amal seorang hamba berupa shalat, zakat, puasa, haji, umrah, akhlak baik, diam, dan banyak berzikir dengan penuh rasa gembira. Para malaikat langit dan malaikat langit ketujuh bersama-sama mengikutinya. Mereka menyingkap semua tirai (hijab) sehingga akhirnya berdiri di hadapan Allah Swt. Mereka memberi kesaksian pada-Nya, atas amal dan doa itu. Laiu Allah berfirman, ‘Kalian adalah para pencatat amal hamba-Ku, dan Aku adalah Pengawas atas apa yang ada dalam jiwanya; sesungguhnya dia melakukan amai ini bukan demi Aku, dan laknat-Ku atasnya.’

Lalu para malaikat berkata, ‘Laknat-Mu dan laknat kami atasnya.’”

Kemudian Mua’dz menangis dan berkata, “Wahai Rasulullah, amal apa yang mesti kukerjakan, yang di dalamnya terdapat keikhlasan?”

Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Mu’adz! Ikutilah Nabimu dengan penuh keyakinan.”

Mu’adz berkata, “Engkau Rasulullah dan aku Mu’adz.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Mu’adz, jika dalam amalmu terdapat kelalaian, janganlah kamu salahkan saudaramu. Jangan kamu bersihkan dirimu dengan mencela saudaramu, jangan kamu mengangkat dirimu dengan merendahkan saudaramu; jangan berbuat riya’ dengan amalmu; jangan kamu memasukkan dunia ke dalam akhirat; jangan kamu berbuat keji dalam majlismu, supaya mereka berhati-hati terhadapmu dikarenakan buruknya akhlakmu; jangan kamu berbisik dengan seorang sedang kamu bersama yang lain; dan janganlah mengagungkan diri terhadap manusia sehingga menjadikanmu terputus dari berbagai kebaikan dunia. Dan janganlah kamu mencerai-beraikan manusia, kelak kamu akan dicerai-beraikan anjing-anjing penghuni neraka.”

Lalu Mu’adz bertanya, “Siapakah yang mampu memiliki berbagai sifat (terpuji) itu?”

BACA JUGA: Tatkala Allah Membentangkan Sembilan Puluh Sembilan Lembar Catatan Amal

Rasulullah saw menjawab, “Wahai Mu’adz, semua Itu mudah bagi orang yang dimudahkan Allah Swt.”

Ia berkata, “Saya tidak melihat Mu’adz banyak membaca al-Quran sebanyak membaca hadis ini.” []

Sumber: Hakikat Munajat/Karya: Prof. Muhammad Mahdi al-Ashifi/Penerbit: Cahaya/2004

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More