Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Benarkah Utsman yang Menjadi Penyebab Terjadinya Baiat Ridhwan?

Sebelum, Perjanjian Hudaibiyah dilakukan, ada satu peristiwa penting yang perlu dikemukakan, yakni peristiwa yang disebut dengan Baiat Ridhwan.

Beberapa tahun sebelum keberangkatan hijrah ke Madinah, Rasulullah dibaiat oleh orang-orang Madinah di Bukit ‘Aqabah hingga dua kali. Pada Baiat ‘Aqabah Pertama, orang-orang Madinah membaiat beliau untuk setia dan komitmen menerapkan ajaran-ajaran Islam. Pada Baiat ‘Aqabah Kedua, mereka membaiat beliau untuk setia melindungi keselamatan beliau dari ancaman siapa pun.

Pada Baiat Ridhwan, kaum Muslimin membaiat beliau untuk berperang sampai titik darah penghabisan melawan orang-orang Quraisy Mekkah. Baiat ini terjadi setelah tersiar kabar bahwa ‘Utsman bin ‘Affan ditangkap kemudian dibunuh oleh orang-orang Quraisy. Ketika itu, ‘Utsman bin ‘Affan diutus oleh Rasulullah untuk masuk ke Mekkah seorang diri guna menyampaikan tujuan kedatangan Rasulullah dan kaum Muslimin, yakni hanya untuk berumrah, bukan berperang.

Kabar itu sontak membuat para sahabat menemui Rasulullah. Di bawah sebuah pohon, mereka melakukan baiat tersebut.

Allah mengabadikan peristiwa ini di dalam firrnan-Nya, “Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang Mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon. Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).”(QS. Al-Fath (48): 18)

Baiat Ridhwan ini terdengar oleh orang-orang Quraisy Mekkah. Mereka yang pada beberapa peperangan terakhir, terutama Perang Khandaq, mengalami kekalahan menyakitkan dan harus pu-lang dengan penuh trauma, begitu ketakutan. Akhirnya, mereka mengirimkan seseorang kepada Rasulullah untuk mengonfirmasi kebenaran akan kabar miring terbunuhnya ‘Utsman.

Utusan itu mengatakan bahwa ‘Utsman tidak dibunuh. ‘Utsman masih hidup tanpa kurang suatu apa pun. Selain menyampaikan kabar tentang ‘Utsman, utusan itu pun meminta kesediaan Rasulullah dan kaum Muslimin untuk mengadakan perjanjian. Perjanjian pun akhirnya ditanda tangani. ltulah Perjanjian Hudaibiyah.

Baiat ini disebut Baiat Ridhwan karena Allah meridai orang-orang yang membaiat Rasulullah untuk berperang hingga titik darah penghabisan karena adanya berita ‘Utsman dibunuh, sebelum kemudian dikonfirmasi bahwa itu hanya rumor.

Baiat Ridhwan memiliki makna penting karena diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Allah meridai mereka, yang berarti mendukung dan merestui apa yang mereka lakukan. []

Sumber: Percikan-Percikan Hikmah Sejarah Nabi/ Penulis: Fajar Kurnianto/ Penerbit: Quanta/ 2013

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline