Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Belajarlah kepada Nabi Sulaiman

0

Allah memberikan banyak kelebihan kepada para Nabi dan Rasul-Nya. Salah satunya kepada Nabi Sulaiman, maka ada yang mengatakan jika seseorang ingin belajar tentang rahasia ghaib, hendaknya belajar kepada Nabi Sulaiman as, karena beliau adalah pemimpin dari golongan manusia, jin, setan, burung-burung, binatang ternak, dan sebagainya, pada masanya.

Bahkan, beliau dapat berbicara dengan berbagai jenis binatang, seperti semut, hingga burung-burung. Beliau juga mempunyai anak buah yang ‘alim di antaranya memiliki Ismuladhzom (Nama Allah yang Agung; jika doa tadi dibaca maka seketika itu langsung dikabulkan oleh Allah).

BACA JUGA: Jangan Belah Anakku, Wahai Nabi Sulaiman!

Jika seseorang ingin belajar tentang kemajuan teknologi, hendaknya juga belajar kepada Nabi Sulaiman, karena beliau memiliki istana kerajaan yang iangat indah dan megah. Di dalam istana beliau terdapat lantai kaca yang besar yang dalam kisah disebutkan Ratu Balqis pun menjadi salah duga karena mengira kolam air. Ratu Balqis yang memiliki istana besar pun masih tertipu, apalagi masyarakat biasa yang tidak pernah menginjakkan kaki ke lingkungan istana.

Dalam sejarah, Nabi Sulaiman juga telah dikisahkan membangun Masjidil Aqsa yang besar dan indah yang pengerjaannya dilakukan oleh golongan manusia dan jin. Memang, penaklukan Nabi Sulaiman kepada golongan jin merupakan hal yang menarik.

Sebab, golongan jin di zaman Nabi Sulaiman tadi benar-benar merasa tunduk dan tidak berani membantah sedikitpun kepada beliau. Maka, mereka, selalu siap melaksanakan perintah Nabi Sulaiman, kendati harus menyelam ke dasar samudera untuk mencari mutiara, intan permata, emas, dan sebagainya untuk membuat kerajaan.

Nabi Sulaiman as, yang kisahnya diabadikan di dalam Alquran, senantiasa mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas segala apa yang telah dilimpahkan kepadanya. Beliau juga menyadari bahwa karunia tadi sebenarnya merupakan ujian baginya yakni apakah beliau bisa bersyukur atas karunia yang telah diberikan tadi ataukah justru kufur terhadap nikmat yang telah diterima tadi.

Jika ada orang yang bersyukur, maka itu untuk kebaikan diri-nya sendiri. Sedangkan, jika manusia itu kufur, sesungguhnya sendiri. Sedangkan, jika manusia itu kufur, sesungguhnya Allah itu Maha Kaya. Awalnya, berita meninggalnya Nabi Sulaiman hanya diketahui oleh rayap-rayap saja, sedangkan dari golongan jin dan manusia yang sedang membangun Masjidil Aqsha sama sekali tidak mengetahui bahwa diam-diam beliau telah wafat.

Karena kekuasaan Allah, mayat beliau tidak berbau busuk. Namun, karena rayap-rayap menggerogoti tongkat Nabi Sulaiman itu, maka lama-kelamaan tongkat-nya menjadi keropos dan akhirnya menyebabkan tersung-kurnya jasad Nabi Sulaiman ke bumi.

Meskipun Nabi Sulaiman as telah menguasai ilmu ghaib, seperti menundukkan berbagai macam golongan makhluk dan dapat berbicara dengan mereka, namun hal itu semata-mata hanya karena karunia Allah.

BACA JUGA: Nabi Sulaiman, Sebutir Gandum dan Seekor Semut

Hendaknya, seseorang yang belajar masalah ghaib, mempertimbangkan terlebih dahulu nikmat yang telah diberikan Allah secara normal. Hendaknya selalu mengupayakan konsentrasi untuk beribadah kepada Allah SWT mengingat (dzikir) kepada-Nya. []

Sumber: Perdebatan Langit Dan Bumi/Karya: Wawan Susetya/Penerbit: Republika/2005

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More