Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Belajar Menjadi Suami Romantis dari Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, merupakan teladan yang baik dalam segala hal. Beliau manusia utusan Allah Ta’ala yang paling mulia. Beliau sosok pemimpin panutan umat, sosok suami romantis dan sosok ayah yang bijaksana serta penuh kelembutan.

Salah satunya dalam berumah tangga beliau menjadi panutan terbaik bagi umat. Keromantisan terhadap istri-istrinya menjadi panutan bagi setiap suami.

Suatu hari Orang-orang Habsyah pernah masuk Masjid dan bermain-main di sana. Rasulullah, lalu berkata kepada Aisyah, “Ya Humairah, (panggilan sayang untuk Aisyah, yang artinya pipi yang kemerah-merahan) apakah kau ingin menonton permainan mereka?”

Aisyah menjawab, “Ya.”

Rasulullah lantas berdiri di depan pintu, Aisyah meletakkan dagunya di pundak beliau dan wajahnya disandarkan ke pipi beliau.

Itu salah satu keromantisan Rasulullah, Rasulullah menggunakan panggilan sayang untuk memanggil istrinya.

Bukti lain yang menunjukkan keromantisan Rasulullah adalah ketika tetangganya yang beretnis Persia dan pandai memasak, membuat masakan yang spesial untuk beliau, lalu mengundang beliau. Beliau bertanya, “Apakah boleh aku mengajak istriku ini? Sembari beliau menunjuk Aisyah.”

Orang Persia tersebut menjawab, “Tidak wahai Rasulullah.”

Rasulullah menjawab, “Kalau begitu tidak usah saja.”

Suatu hari orang Persia tersebut datang lagi dan kembali mengundang Rasulullah. Beliau kembali bertanya, “Apakah boleh aku mengajak istriku ini? Sembari beliau menunjuk Aisyah.”

Orang tersebut menjawab, “Tidak wahai Rasulullah.”

Rasulullah menjawab, “Kalau begitu tidak usah saja.”

Selanjutnya dia datang lagi untuk yang ketiga kalinya. Rasulullah kembali bertanya, “Apakah boleh aku mengajak istriku ini? Sembari beliau menunjuk Aisyah.”

Pada kali ketiga tersebut dia menjawab, “Ya.”

Rasulullah dan Aisyah pun lantas bangkit dan saling berkejaran hingga sampai ke rumah si pengundang.

Bukan hanya itu keromantisan lainnya pun bisa membuat kaum hawa terbawa pesona keromantisan Rasulullah.

Bahkan Rasulullah pernah menelusuri posisi mulut istrinya di gelas sewaktu minum untuk meletakkan mulutnya di tempat istrinya minum demi menambah kasih sayang hati dan demi menunjukkan cinta beliau kepada istrinya.

Diriwayatkan dari Aisyah, “Pernah ketika sedang haidh, aku minum, kemudian aku serahkan minuman itu kepada Nabi, lalu beliau meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulutku saat minum, kemudian beliau minum…”

Mungkin bagi sebagian suami ini menjadi sesuatu yang menjijikkan tapi bagi Rasulullah ini adalah sisi romantis dalam bentuk menunjukkan cinta untuk istrinya. []

Sumber: Aisyah Yang Cerdas Yang Dicintai/ Penulis: Ahmad Ibnu salim Baduwilan/ Penerbit: Irsyad Baitus Salam/ februari, 2012

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline