Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Batang Kurma yang Menangis Sampai Hampir Terbelah

Rasulullah merupakan seseorang yang memiliki pribadi yang tidak hanya dikagumi, dan dirindukan oleh para sahabat, dan umatnya sepeninggal beliau, tetapi juga dirindukan oleh sebatang kayu. Inilah kerinduan dari benda padat kepada beliau.

Diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdillah berkata, “Ada seorang wanita Anshar yang berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasul Allah, maukah saya buatkan untuk Anda tempat yang bisa Anda duduki (mimbar), karena saya memiliki budak yang ahli pertukangan?”

Beliau menjawab, “Silahkan saja jika kamu mau.”

Maka perempuan itu memerintahkan budaknya untuk membuatkan mimbar untuk beliau. Ketika sedang berkhutbah pada hari Jum’at, Nabi duduk di atas mimbar yang sudah dibuat untuk beliau. Tetapi batang kurma yang biasa dijadikan tempat Nabi berkhutbah menangis, hingga hampir terbelah.

Nabi kemudian turun dari mimbar, dan mendekatinya. Beliau memeluk batang kurma yang merengek seperti rengekan bayi yang diminta diam, hingga ia tenang.

Beliau bersabda, “Ia menangis karena berpisah dengan dzikir yang biasa ia dengar.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat lain, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, andai aku tidak menenangkannya, ia akan terus seperti ini hingga Hari Kiamat tiba karena merindukan Rasulullah.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Anas menyebutkan bahwa apabila Al-Hasan menyampaikan hadits ini, ia berkata, “Wahai Kaum Muslimin, batang kayu ini merintih karena rindu bertemu dengan Rasulullah. Kalian seharusnya lebih berhak untuk merindukan beliau.” []

Sumber: 155 Kisah Langka Para Salaf/ Penulis: Penulis: Ibnu Abdil Bari El-‘Afifi/ Penerbit: Pustaka Arafah,

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More