Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Barangkali Dewa Kalian Sedang Tidur, dan Ia Harus Dibangunkan

0

Allah Swt, “Hai Ilyas, pergilah kepada mereka dan beritahukanlah bahwa tidak lama lagi akan turun hujan di Isra’il ini!”

Selama tiga tahun berturut-turut Hujan tidak turun di Isra’il. Sama persis seperti seruan Nabi Ilyasa sebelum ia meninggalkan mereka. Peringatan akan musim kemarau yang berkepanjangan ini membuat mereka sadar bahwa Nabi Ilyas as. mendapat wahyu dari Allah Swt.

Saat Nabi Ilyas as. mendatangi mereka yang keadaannya tetap saja membangkang dengan mengatakan, “Ini dia si Pengacau di Isra’il !”

Kemudian Nabi Ilyas as. menjawab, “Saya bukan pengacau, justru anda salah sendiri kenapa malah menyembah berhala-berhala Ba’l? Anda melanggar perintah Allah SWT!”

Maka Nabi Ilyas as. pun disana langsung berdoa kepada Allah SWT, “Yaa Allah, yaa Rabbku, hentikanlah musibah kekeringan ini!”

Maka musibah kekerangan itu pun dihentikan. Turunlah hujan di negeri Isra’il pada saat itu.

Berhari-hari mereka hidup nikmat kembali karena musibah kekeringan itu telah berhenti, perekonomian mereka pun kembali memulih. Namun dengan adanya kenikmatan itu mereka tidak mau bersyukur kepada Allah SWT, mereka malah kembali lagi durhaka kepada Allah SWT, melakukan berbagai kemaksiatan. Bahkan mereka kembali lagi menyembah Dewa Ba’l.

Nabi Ilyas as. kembali berdakwah untuk memperingatkan kaumnya agar mau bertaubat kepada Allah SWT, namun dakwah Nabi Ilyas as. tidaklah dihiraukan oleh mereka. Maka Nabi Ilyas AS pun menyuruh mereka berkumpul dan Beliau berkata kepada Raja Ahab, “Hai Raja Ahab, sekarang juga perintahkanlah kepada seluruh rakyat Isra’il untuk bertemu dengan saya di Jabal Qarmil (Di Gunung Karmel). Bawa juga keempat ratus lima puluh nabi Ba’l (nabi-nabi palsu penyembah Dewa Ba’l)!”

Kemudian Raja Ahab mengerahkan seluruh rakyat dan nabi-nabi Ba’l itu ke Jabal Qarmil. Lalu Nabi Ilyas as mendekati rakyat itu dan berkata, “Sampai kapan kalian mau tetap menyembah berhala! Kalau Tuhan itu Allah, sembahlah Allah SWT! Kalau Tuhan itu Ba’l, sembahlah Ba’l!”

Rakyat yang berkumpul di situ diam saja. Kemudian Nabi Ilyas AS berkata, “Di antara nabi-nabi Allah hanya saya-lah yang tertinggal, padahal di sini ada 450 nabi Ba’l. Mari kita lihat siapakah Tuhan yang benar. Suruhlah nabi-nabi Ba’l itu mengambil seekor sapi jantan dan menyembelihnya, kemudian memotong-motongnya, lalu meletakkannya di atas kayu api. Tetapi mereka tidak boleh menyalakan api di situ. Saya akan menyembelih seekor sapi lagi dan memotong-motongnya serta meletakkannya di atas kayu api. Tapi saya pun tidak akan menyalakan api di situ. Biarlah nabi-nabi Ba’l itu berdoa kepada dewa mereka, dan saya pun akan berdoa kepada Allah SWT. Yang menjawab dengan mengirim api dari langit, Dialah Tuhan yang benar!”

Dan Seluruh rakyat berteriak, “Setuju!”

Lalu nabi-nabi Ba’l memilih seekor sapi dan menyiapkannya. Setelah itu mereka berdoa kepada Ba’l dari pagi sampai tengah hari sambil berteriak-teriak, “Jawablah kami, Ba’l!”

Mereka melakukan itu sambil terus menari-nari di sekeliling tempat daging sapi yang mereka letakkan. Tetapi tidak ada jawaban sama sekali.

Pada tengah hari mulailah Nabi Ilyas AS mengejek mereka, “Berdoalah lebih keras lagi kepada dewa kalian! ‘Kan Dewa Ba’l itu Tuhan ‘kan?! Mungkin Dia sedang melamun, atau Dia sedang bepergian! Atau barangkali Dia sedang tidur, dan kalian harus membangunkan dia!”

Nabi-nabi Ba’l itu berdoa lebih keras lagi. Dan seperti biasanya, mereka menggores-gores badan mereka dengan pedang dan tombak sampai darah bercucuran. Itulah yang mereka lakukan terus-menerus sampai petang hari seperti orang kesurupan. Meskipun demikian, tetap saja tidak ada yang menjawab, tidak ada yang memperhatikan.

Lalu Nabi Ilyas as memanggil rakyat untuk berkumpul di sekelilingnya, kemudian beliau mulai memperbaiki tempat peribadatan yang telah runtuh. Dengan batu-batu, Nabi Ilyas AS membangun kembali tempat ibadah kepada Allah SWT. Di sekeliling tempat itu beliau menggali parit yang cukup besar sehingga dapat menampung kurang lebih 15 liter air. Beliau menyusun kayu api di atas tempat persembahan qurban, lalu daging sapi dipotong-potong dan ditaruhnya di atas kayu itu.

Kemudian beliau berkata, “Isilah 4 tempayan dengan air sampai penuh, lalu tuangkan air itu ke atas persembahan qurban dan ke atas kayunya!”

Setelah mereka melakukan hal itu, beliau berkata, “Sekali lagi.”

Related Posts

Lalu mereka melakukannya. “Satu kali lagi,” kata Nabi Ilyas, dan mereka melakukannya pula. Maka mengalirlah air di sekeliling tempat peribadatan itu sehingga paritnya pun penuh air.

Lalu Nabi Ilyas as. mendekati tempat itu dan berdoa, “Yaa Allah, Ilah yang disembah oleh Ibrahim, Ishak dan Ya’qub, nyatakanlah sekarang ini bahwa Engkaulah Allah Yang Maha Esa, dan saya adalah hamba-Mu. Jawablah, Yaa Allah! Jawablah saya supaya rakyat ini tahu bahwa Engkau, yaa Allah, adalah Ilah yang patut disembah, dan bahwa hanya kepada-Mu saja-lah mereka akan kembali!”

Lalu Allah SWT mengirim api dari langit. Api itu membakar hangus daging qurban Nabi Ilyas AS bersama kayu apinya, batu-batunya, dan tanahnya, serta menjilat habis air yang ada di dalam parit itu. Pada saat rakyat melihat hal itu, mereka tersungkur ke tanah untuk bersujud sambil berkata, “Allah itu adalah Tuhan! Sungguh Allah-lah Tuhan yang benar!”

Kemudian Nabi Ilyas as. berkata, “Tangkap nabi-nabi Ba’l itu! Jangan biarkan seorang pun lolos!”

Lalu semua nabi Ba’l itu dibunuh pada hari itu juga, dan Allah Yang Maha Esa lagi Yang Mahakuasa dimuliakan. Orang-orang yang ada di situ bertahmid memuji Allah SWT.

Setelah itu Nabi Ilyas AS berkata kepada Raja Ahab, “Sebentar lagi akan turun hujan, silakan Raja Ahab pergi !”

Lalu Raja Ahab pergi dari tempat itu dan Nabi Ilyas as. naik ke atas Jabal Qarmil (Gunung Karmel), dan disitu Nabi Ilyas as. lalu bersujud kepada Allah SWT dengan mukanya ke tanah. Lalu Allah SWT menurunkan hujan lebat ke negeri Isra’il. Dalam sekejap langit menjadi mendung, dan angin kencang mulai bertiup, dan hujan badai pun turun. Maka Raja Ahab pun naik ke keretanya untuk pulang ke daerahnya. Dan ketika itu, tiba-tiba saja Allah SWT memberikan mukjizat dan keajaiban kepada Nabi Ilyas as.

Setelah Nabi Ilyas as. melipat jubahnya ke atas pinggangnya, yaitu dia dapat berlari dengan cepat mendahului kereta Raja Ahab untuk menuju ke pintu gerbang kota.

Raja Ahab yang kejam itu mempunyai seorang istri yang lebih kejam lagi, namanya Izaibil. Ketika Ratu Izaibil mendengar bahwa nabi-nabi Ba’l sudah dibunuh oleh Nabi Ilyas AS, ia marah sekali karena ia menyembah Dewa Ba’l.

Maka Izaibil mengirim berita ini kepada Nabi Ilyas as., “Nabi-nabi saya kau bunuh; saya bersumpah bahwa sebelum besok malam saya akan membunuhmu.”

Nabi Ilyas as. menjadi takut, lalu melarikan diri supaya tidak dibunuh. Beliau berjalan kaki selama satu hari dan berhenti di bawah sebuah pohon. Di situ beliau duduk dan ingin mati saja.

“Saya tidak tahan lagi, Yaa Allah,” katanya kepada Allah SWT. “Ambillah nyawa saya. Saya mau mati saja!”.

Lalu beliau berbaring di bawah pohon itu dan tertidur. Tiba-tiba seorang malaikat menyentuhnya dan berkata, “Bangun, Ilyas, makanlah!”

Nabi Ilyas AS melihat bahwa ada sepotong roti bakar dan sebuah kendi berisi air di dekat kepalanya. Beliau bangun, makan, dan minum, lalu tidur lagi. Untuk kedua kalinya Malaikat Allah datang menyentuhnya dan berkata, “Bangun, Ilyas, makanlah, supaya kau dapat tahan mengadakan perjalanan jauh!”

Nabi Ilyas bangun, lalu makan dan minum. Beliau menjadi kuat dan dapat berjalan selama 40 hari lamanya ke Jabal Tsur (Gunung Sinai). Di sana Nabi Ilyas bermalam di dalam gua.

Ketika Nabi Ilyas AS berada disana, maka Allah SWT mengazab Ratu Izaibil dan orang-orang Isra’il dengan ditimpa musibah yang berat, yaitu gempa bumi yang dahsyat sehingga mereka mati bergelimpangan.

Setelah itu, Allah SWT berfirman kepadanya, “Hai Ilyas, kembalilah dan lantiklah Ilyasa supaya dia menjadi Nabi untuk menggantikan engkau. Jangan putus asa lagi. Masih ada 7000 orang di Isra’il yang tetap setia kepada-Ku dan tidak pernah sujud menyembah patung Dewa Ba’l!”

Lalu berangkatlah Nabi Ilyas AS ke rumah Nabi Ilyasa as dan mendapatinya sedang membajak dengan pasangan sapi. Ketika Nabi Ilyas as. melewati Nabi Ilyasa as. , Nabi Ilyas as. melepaskan jubahnya dan melemparkannya ke bahu Nabi Ilyasa as..

Nabi Ilyasa as. meninggalkan sapi-sapinya dan mengikuti Nabi Ilyas as. yang melantiknya menjadi Nabi Allah juga. []

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline