Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Bagaimana Rasanya Mati?

0

Nabi Idris merupakan  seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan shalat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berdzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris AS yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Allah SWT agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris di dunia. Allah SWT, mengabulkan Permohonan malaikat Izrail, maka turunlah ia kedunia sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu ke rumah Nabi Idris.

“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Allah,” Salam Malaikat lzrail.

“Wa’alaikum salam wa rahmatulloh,” Jawab Nabi Idris.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertarni ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. Seperti tamu yang lain, Nabi Idris . melayani Malaikat dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris As mengkhususkan waktunya menghadap Allah sampai keesokan harinya.

Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris mengajak jalan-jalan tamunya itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang  berbuah, ranum dan menggiurkan.

“Ijinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita,” pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris AS).

Kemudian Beliau berkata, ” Semalam anda menolak makanan, Subhanallah (Maha Suci Allah),”

Kata Nabi Idris, “Kenapa?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

“Buah-buahan ini bukan milik kita,” Ungkap Nabi ldris. Kemudian ia berkata, “Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram”.

Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris AS perhatikan tamunya yang tidak merasa hersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan pikir Nabi Idris AS.

“Siapakah engkau sebenarnya?” tanya Nabi Idris.

“Aku Malaikat Izrail,” Jawab Malaikat lzrail.

Nabi Idris AS terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

“Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku?” selidik Nabi Idris serius.

“Tidak” Senyum Malaikat penuh hormat. “Atas ijin Allah, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris manggut-manggut, beberara lama kemudian neliau hanya terdiam.

“Aku punya keinginan kepadamu,” tutur Nabi Idris.

“Apa itu? Katakanlah!” Jawab Malaikat Izrail.

“Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku,” Pinta Nabi Idris.

“Tanpa seijin Allah, aku tak dapat melakukannya,” tolak Malaikat Izrail.

Pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris AS. Dengan ijin Allah Malaikat lzrail segera mencabut nyawa Nabi Idris. sesudah itu beliau wafat. Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris kembali. Allah mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris hidup kembali.

“Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku? ” Tanya Malaikat Izrail.

“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti.” Jawab Nabi Idris AS.

“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu.” Kata Malaikat Izrail. []

Sumber: Mengenal Ekstensi Malaikat /Penulis: Anno D Sanjari / Penerbit: Sagita Publishing, 2011

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline