Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Bagaimana Model Rumah yang Hendak Anda Dirikan?

0 35

Suatu ketika Salman Al Farisi pernah ditanyai orang, “Apa sebabnya anda tidak menyukai jabatan sebagai gubernur?”

ia menjawab, “Karena manis waktu memegangnya, tetapi pahit sewaktu melepaskannya!”

Kali ini, shahabat memasuki rumah Salman, didapatinya ia sedang duduk merebus tepung, maka shahabat itu bertanya, “Kemanakah pelayan?”

Ia menjawab, “Aku suruh untuk suatu keperluan, dan aku tidak ingin ia harus melakukan dua pekerjaan sekaligus.”

Ketika kita hendak membicarakan tentang rumah Salman, hendaknya kita benar-benar ingat, bagaimana rumahnya. Ketika hendak mendirikan bangunan yang berlebihan disebut sebagai rumah, Salman bertanya kepada tukangnya, “Bagaimana model rumah yang hendak anda dirikan?”

Tukang bangunan ini adalah seorang yang arif dan bijaksana. Ia mengetahui kesederhanaan dan sifat Salman yang tidak suka bermewah-mewah. Ia menjawab, “Jangan khawatir, rumah itu merupakan bangunan yang dapat digunakan bernaung kala panas dan tempat berteduh kala hujan. Andainya anda berdiri, kepala anda akan sampai pada langit-langitnya; dan jika anda berbaring, kaki anda akan terantuk pada dindingnya.”

Salman pun berkata, “Benar, seperti itulah seharusnya rumah yang akan anda bangun.”

Tak satu pun barang berharga dalam kehidupan dunia ini yang digemari atau diutamakan oleh Salman , kecuali suatu barang yang memang amat diharapkan dan dianggap penting, bahkan telah dititipkan kepada istrinya untuk disimpan di tempat yang tersembunyi dan aman. Ketika sakit yang berakhir pada ajalnya, yaitu pada pagi hari kepergiannya, ia memanggil istrinya untuk mengambil titipannya dahulu.

Ternyata, barang itu hanyalah seikat kesturi yang diperolehnya waktu pembebasan Jalula dahulu. Barang itu sengaja disimpan untuk wangi-wangian pada hari wafatnya.

Kemudian ia menyuruh sang istri untuk mengambil air. Salman menaburkan bubuk kesturi itu ke dalam cangkir dan mengaduknya dengan tangan, lalu berkata kepada istrinya, “Percikanlah air ini ke sekelilingku. Sekarang telah hadir di hadapanku makhluk Allah yang tidak suka makanan, tetapi gemar wangi-wangian.”

Setelah selesai, ia berkata kepada istrinya, “Tutupkanlah pintu dan turunlah!”

Perintah itu pun dituruti oleh istrinya. Tidak lama antara waktu itu dan istrinya kembali masuk, ruh yang beroleh berkah itu telah meninngalkan dunia dan berpisah dari jasadnya. Dia telah mencapai alam yang tinggi, di bawa terbang oleh sayap kerinduan. []

Sumber: Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah/ Penulis : Khalid Muhammad Khalid/ Penerbit : CV Diponegoro

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline