Foto: 123RF.com

Bagai Kertas Putih yang Sangat Bersih

Anas ibn Malik, pelayan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, menuturkan:

Pada hari senin, hari saat Rasulullah wafat, beliau keluar menjumpai para sahabat dalam kondisi kepala yang dikompres. Saat itu para sahabat sedang melaksanakan shalat subuh. Beliau membuka pintu dan berdiri di depan rumah Aisyah. Nyaris saja para sahabat lupa akan kondisi beliau karena sakin gembiranya melihat itu. Beliau melihat barisan shalat mereka dan memberi syarat kepada mereka untuk tetap fokus dalam shalat, lalu beliau pun tersenyum.

Aku (Anas) belum pernah melihat keceriaan wajah Rasulullah seperti yang kulihat saat itu, Beliau bagaikan kertas putih yang sangat bersih.

Abu Bakar ibn Malikah berkata:

Ketika Rasulullah menyaksikan para sahabat, Abu Bakar sadar bahwa respon dari para sahabat tidak lain karena kehadiran Rasulullah, sehingga ia pun mundur dari posisinya sebagai imam shalat. Namun Rasulullah mendorong pelan punggung Abu Bakar ke depan, seraya berkata, “Jadilah imam dalam shalat.”

Kemudian Rasulullah duduk di samping kanan Abu Bakar untuk melaksanakan shalat. Selepas shalat, beliau menghadap para sahabat dan berkata dengan tegas, “Api neraka telah dinyalakan, fitnah mulai bermunculan seperti potongan malam yang gelap gulita. Kalian jangan berlindung kepadaku walau sejenak. Aku tidak menghalalkan sesuatu kecuali yang dihalalkan oleh Allah, dan aku tidak mengharamkan sesuatu kecuali yang diharamkan Allah.

Selepas Rasulullah memberi nasihat, Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihat sepertinya engkau telah kembali sehat seperti yang kami harapkan. []

 

Sumber: Walid al-A’zhami, Nabi Muhammad di Hati Sahabat., hal 289, 290.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Do’a yang Membuat Musuh Terkapar

Amr bin Abu as-Saraya pernah bercerita bahwa ia pernah ikut bertempur di wilayah Romawi. la berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuannya melawan kaum kafir.

you're currently offline