Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ayah-ayah Mereka Tak Punya Hak!

0

Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa seorang gadis megadu kepada Rasulullah bahwa ayahnya memaksa agar ia mau menikah dengan laki-laki yang tidak ia sukai. Maka Rasulullag menyerahkan kepadanya untuk memilih, apakah menerima keinginan si ayah atau menolaknya.

Dalam riwayat yang lain disebutkan ada seorang gadis mengadu kepada Aisyah, Istri Nabi, “Ayahku memaksaku menikah dengan kemenakannya untuk mengangkat derjatnya, sementara aku tidak menyukai laki-laki itu.”

Maka Aisyah menjawab, “Tunggulah sampai Rasulullah datang.”

Ketika beliau datang Aisyah menyampaikan keluhan sang gadis. Rasulullah lalu mengutus orang untuk memanggil ayah sang gadis. Setelah si ayah datang, Rasulullah menyerahkan urusan itu kepada si gadis untuk memutuskan. Namun, setelah sadar bahwa pilihan itu kini berada di tangannya, gadis tersebut malah berkata, “Ya Rasulullah, kini aku setuju dengan apa ynag diinginkan oleh ayahku. Aku hanya ingin agar kaum permpuan tahu bahwa ayah-ayah mereka tak punya hak dalam urusan seperti ini

Setelah kejadian tersebut, Rasulullah bersabda, “Seorang janda tak boleh dinikahi sebelum ia diajak bermusyawarah, dan seorang gadis tak boleh dinikahkan sebelum dimintai persetujuan.”

Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, Bagaimana kami mengetahui persetujuannya?”

Rasulullah menjawab, “Diamnya adalah pertejuannya.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Thirmidzi, an-Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan ad-Darimi) []

Sumber: Mutiara Hikmah dari Kisah Para Nabi/ Penulis: Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashr As-Sady/ Penerbit: Darul Atsar, 2005

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline