Picture: 1freewallpapers.com

Awal Adanya Kehidupan di Makkah

Makkah awalnya hanya lembah yang tak berpenghuni. Tak ada kehidupan sama sekali, tak ada air atau makanan di lembah itu.

Peristiwa Nabi Ibrahim As. yang membawa Ismail dan Hajar untuk memisahkan Sarah dari Hajar karena Sarah yang ketika itu cemburu kepada Hajar karena Sarah melainkan hanya perempuan mandul.

Tidak ada air di lembah itu. Tetapi Kuasa Allah melalui ketukan kaki Ismail keluarlah air yang hingga saat ini terus mengalir yaitu sumur Zamzam.

Keberadaan sumur Zamzam yang memancarkan airnya tanpa henti, sudah tentu menarik minat setiap orang yang melintas untuk beristirahat di daerah lembah tersebut. Salah sate suku Arab yang tertarik untuk tinggal di lembah tersebut, berdampingan dengan Hajar dan anaknya, adalah suku Jurhum. Maka suku Jurhum pun menemui Hajar dan meminta izin kepadanya untuk menetap bertetangga dengannya. Walhasil, Hajar ternyata begitu senang memiliki orang-orang yang mau tinggal bertetangga dengannya karena dapat menjadi pelipur lara dalam kesunyian. Bisa dikatakan bahwa Jurhum termasuk suku pertama yang menghidupkan denyut nadi kehidupan kota Makkah.

Akhirnya, kehadiran suku Jurhum di Makkah menjadi magnet yang menarik suku-suku lain untuk menetap di sana. Dalam waktu yang singkat, kondisi lembah Makkah yang dulunya kering kerontang tanpa tumbuhan dan bangunan, sekarang telah menjelma sebagai tumpuan aktifitas manusia. Di atas hamparan tanahnya mulai diramaikan oleh hewan-hewan ternak, dan langit-langitnya dihiasi oleh burung-burung yang terbangmembumbung tinggi.

Sebenarnya Allah Swt telah mengabulkan doa Ibrahim As ketika hendak menuju Syam. Saar itu ia menghadapkan diri kepada Allah Swt sembari memanjatkan doa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) ‘yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S Ibrahim: 37)

Sekembalinya ke Makkah, Ibrahim melihat istrinya dan anaknya yang pernah ditinggalkannya. Di sana, ia menyaksikan kehidupan yang jauh lebih bergairah dari sebelumnya. Karena begitu dahsyatnya perubahan lembah tempat ia menempatkan istri dan anaknya, sampai-sampai ia mengira bahwa ia telah tersesat dan salah tujuan. []

Sumber: Sirah Nabawiyah For Kids: Muhammad Sang Teladan/ Abdul Mun’im al-Hasyimi/Mirqat/ 2015

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline