Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Hasan mengajak Rabi’ah Shalat di Atas Air

0 44

Suatu hari, Rabi’ah Al-‘Adawiyah duduk di tepi Sungai Furat. Ia memikirkan kekuasaan Allah dan keajaiban karya-Nya di sungai yang deras ini. Sungai tersebut mengalir sepanjang masa, tak pernah kering. Pikirannya tertuju pada gelombang ombak yang datang dan pergi.

Bagaimana Allah menjadikan khazanah ikan yang tak pernah habis yang merupakan nafkah dari penduduk sekitar?

Tiba-tiba Hasan al-Bashri mendatanginya. Begitu sampai, ia melemparkan sajadah ke atas air, lalu berdiri di atasnya.

Kepada Rabi’ah, Hasan mengajak, “Mari kita shalat dua rakaat di atas air.”

“Adakah engkau coba memperlihatkan masalah dunia kepada ahli akhirat? Jika engkau mempertontonkan kesaktian-kesaktianmu di tempat ramai ini, aku akan tunjukkah padamu masalah yang tak dapat dilakukan oleh orang awam,” jawab Rabi’ah dengan tangkas.

Sesudah berkata demikian Rabi’ah melemparkan sajadahnya ke udara.

Kemudian ia melompat ke atasnya dan berkata kepada Hasan, “Naiklah kemari Hasan agar orang-orang dapat menyaksikan kita!”

Hasan yang belum mencapai tingkat seperti itu tidak dapat berkata apa-apa.

Kemudian Rabi’ah Al-‘Adawiyah mencoba menghiburnya dan berkata, “Hasan, yang engkau lakukan tadi dapat dilakukan oleh seekor ikan dan yang kulakukan tadi dapat dilakukan oleh seekor lalat. Yang terpenting bukanlah keahlian-keahlian seperti itu. Kita harus mengabdikan diri kepada hal-hal Yang Terpenting itu.” []

13Sumber: 165 Nafas-nafas Cinta, Kidung Cinta Rabiah Al-‘Adawiyah/Penulis:Rudyiyanto/Penerbit: Srigunting,2010

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline