Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

At-Taubah Ayat 111, Untuk Siapa Ayat Ini Diturunkan?

Agar bisa merasakan hakikat perjanjian ini, bacalah ayat Al-Quran, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, baik did dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepatijanjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah [9]: 111)

Untuk siapa ayat ini diturunkan?

BACA JUGA: Sebab Turunnya Surat Yasiin Ayat 77-83

Ayat ini turun mengenai Baiat Aqabah Al-Kubra pada tahun ke-13 kenabian. Tahun itu, sekelompok kaum Anshar datang dengan jundah yang lebih banyak dari sebelumnya, yaitu 70 orang berbaiat kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk selalu membela dan berkoban baginya.

Salah seorang dari mereka, ‘Abdullah ibn Rawahah r.a., berdiri, lalu berkata kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Silahkan engkau ajukan syarat bagi Tuhanmu dan syarat bagi dirimu sendiri sesuai keinginanmu.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku memberikan syarat baiat untuk Tuhanku agar kalian menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. Adapun syarat bagiku, kalian harus melindungiku sebagaimana kalian melindungi wanita-wanita dan anak-anak kalian.”

Mereka pun berseru, “Betapa menguntungkan jual beli ini, kami tidak mau mengganti dan tidak ingin diganti.”

As’ad ibn Zurarah berdiri, ia adalah orang yang paling muda dari 70 orang yang mengikuti Baiat Aqabah.

Kemudian ia berkata, “Sebentar, wahai Ahti Yatsrib! Sesungguhnya, kita tidak akan mendukungnya sepenuh hati, kecuali kita mengetahui betul bahwa dia adalah Rasulultah. Sesungguhnya, membawanya ke-luar saat ini berarti memisahkan diri dari orang-orang Arab secara keseluruhan, membunuh orang-orang pilihan katian, dan pedang siap menebas leher-leher kalian. Karenanya, jika katian sanggup bersabar menerima tebasan pedang, membunuh orang-orang terkasih kalian dan berpisah dengan seluruh orang Arab, ambillah sumpah baiat ini dan katian mendapatkan pahala dari Allah. Namun, jika kalian mengkhawatirkan diri kalian celaka, tinggalkan dia. Dan ini uzur bagi kalian di sisi Allah.”

Serempak yang lain berkata, “Wahai As’ad, lepaskan tanganmu. Demi Allah, tidak akan kami biarkan baiat ini berlalu begitu saja dan kami tidak membencinya.”

BACA JUGA: Kecemburuan Hafshah, Menjadi Sebab Turunnya Ayat Ini

Kemudian, satu per satu dari mereka berdiri. Tangan mereka menggenggam tangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, mengucapkan baiat. Beliau mengajukan syarat dan menjanjikan surga. []

Sumber: Dahsyatnya Terapi Sedekah/Karya: Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammâm/Penerbit: Maghfirah Pustaka/2007

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More