Foto: Roosevelt Drawing 1

Asma binti Abu Bakar Merasa Malu Diminta Naiki Unta Nabi

Pada awal kehidupan pernikahannya, Asma binti Abu Bakar sangat miskin sehingga seringkali ia dan suaminya, Zubair bin Awwam, hanya makan roti panggangan saja.

Dikisahkan oleh Asmâ: “Ketika Zubair menikahiku, dia tidak memiliki properti atau benda lain apapun kecuali seekor kuda dan unta, yang biasa dipergunakan untuk mengangkut air dari sumur. Aku biasa memberi makan kudanya dengan makanan ternak dan mengangkut air, dan menyiapkan adonan, tapi aku tidak tahu bagaimana cara memanggang roti.

“Jadi para tetangga kami yang berasal dari kaum Anshar biasa memanggang roti untukku, dan mereka adalah wanita terhormat. Aku biasa membawa kurma yang agak keras di kepalaku dari tanah Zubair untuk Rasulullah dan kebun itu berjarak dua Farsakh (sekitar dua mil) dari rumahku.

“Suatu hari, saat aku membawa kurma di kepalaku, aku bertemu dengan Rasulullah bersama beberapa orang Ansar. Dia memanggilku dan kemudian, (mengarahkan untanya untuk berlutut) berkata, “Ikh! Ikh!” agar aku bisa mudah menaiki untanya. AKu merasa malu bepergian dengan orang-orang itu dan mengingat Zubair dan perasaan ghirah (cemburu), karena dia memiliki perasaan ghirah yang paling besar daripada orang lain.

Nabi emperhatikan bahwa aku merasa malu, maka dia melanjutkan. Aku menghadap Zubair dan berkata, “Aku bertemu dengan Rasulullah saat aku membawa banyak kurma, dan dia tengah bersama beberapa sahabat. Dia menyuruh untanya berlutut agar aku bisa naik, tapi aku merasa malu di hadapannya dan mengingat rasa ghirah.

Zubair mengatakan, “Demi Allah, engkau membawa kurma (dan engkau terlihat oleh Nabi dalam keadaan seperti itu) lebih memalukan bagiku daripada berkuda bersamanya. (Aku harus menaati Nabi).”

Aku terus melayani dengan cara ini sampai Abu Bakar mengirimiku seorang pelayan untuk mengurus kuda, di mana aku merasa seolah-olah terbebas dari hal itu.”

Kemudian Zubair pun menjadi orang kaya. Propertinya yang dijual setelah kematiannya berjumlah sekitar empat puluh juta dirham. []

About Admin 1

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline