Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apakah Masih Turun Wahyu Sesudah Rasulullah Wafat?

0

Apa yang membuatnya diambil menantu hingga dua kali oleh manusia paling mulia sepanjang masa? Ruqqayah nama istri pria itu. Lalu ketika Ruqqayah meninggal, Ummu Kultsum, yang tak lain adiknya menggantikan cahaya dirumah tangga pria itu.

Sungguh bahagianya sang pemilik dua cahaya, Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu’Anhu. Tapi apa yang membuat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadikan Utsman menantunya hingga dua kali?

BACA JUGA: Bukankah Utsman bin Affan Tidak Ikut Perang Badar dan Perang Uhud?

Terdapat sekilas cetira yang di gambarkan oleh pembantu rumah tangga Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Namanya Anas ibn Malik. “Aku datang kepada ‘Utsman ibn Affan”, kata Anas.

“Waktu di jalan aku bertemu dengan seorang wanita. Aku meliriknya dan memperhatikan kecantikannya.”

Begitu Anas ibn Malik sampai di hadapannya, Utsman menegur, “Telah masuk salah seorang di antara kalian sedang di matanya ada bekas zina. Tidakkah engkau tahu bahwa zinanya mata adalah pandangan? Hendaknya engkau bertaubat, kalau tidak, akan aku kenakan hukum ta’ziir kepadamu!”

Alangkah terperangah Anas. Bagaimana Utsman bisa tahu?

“Subhanallah!”, serunya, “Apakah masih turun wahyu sesudah Rasulullah wafat?”

“Tidak, Ini hanya firasat seorang mukmin.”

BACA JUGA: Utsman Teringat Nasihat Rasulullah

Maka hari itu, di tengah majelis Utsman yang syahdu, Anas terngiang-ngiang sabda sang Nabi. “Takutlah akan firasat seorang mukmin”, kata beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. ” Sesungguhnya hatinya melihat dengan cahaya Allah.” []

Sumber: Jalan Cinta Para Pejuang/Penulis: Salim A Fillah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline