Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apakah Kalian Mengetahui Duri Sasdan?

0

Dari Abu Hurairah “Sesungguhnya orang-orang berkata, ‘Ya Rasulullah, apakah kami akan melihat Rabb kami pada hari kiamat?’

Rasulullah menjawab, Apakah kalian terhalang melihat bulan ketika pada malam purnama dan tidak ada mega sedikit pun?’

Mereka menjawab, ‘Tidak, wahai Rasulullah.’

Rasulullah berkata, ‘Apakah kaliah akan terhalang melihat matahari ketika tidak ada mega yang menghalangi?’

Mereka menjawab, ‘Tidak, wahai Rasulullah.’

Lalu beliau berkata, ‘Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya, demikian juga manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat.’

Lalu belau berfirman, ‘Siapa yang menyembah sesuatu, maka ikutlah bersama yang disembahnya. Maka, di antara manusia acla yang mengikuti matahari, ada yang mengikuti bulan, dan ada juga yang mengikuti setan-setan. Dan yang tersisa adalah umat ini, di antaranya terdapat orang munafik. Maka Allah datang kepada mereka dan berkata, Aku adalah Rabb kalian.’

Mereka berkata, ‘Ini adalah tempat kami sehingga Rabb kami datang kepada kami. Jika Rabb kami datang, kami akan mengetahui-Nya.’

Maka Allah mendatangi mereka dan berfirman, ‘Aku adalah Rabb kalian.’

Mereka menjawab, ‘Engkau adalah Rabb kami.’

Maka diserukanlah kepada mereka, lalu dibentangkan Shirath di antara dua neraka jahannam. Dan aku adalah orang yang pertama melewatinya dari para Rasul bersama umatnya. Tidak ada seseorang yang berbicara pada hari itu kecuali para rasul.

Perkataan rasul pada saat itu adalah ‘Wahai Rabbku, selamatkanlah, selamatkanlah.’

Dalam neraka Jahannam terdapat pengait-pengait seperti duri Sa’dan, Apakah kalian mengetahui duri Sasdan?’

Mereka berkata, ‘Ya.’

Rasul berkata, `Sungguh pengait-pengait itu seperti duri Sa’dan. Hanya tidak ada yang mengetahui seberapa besarnya kecuali Allah saja. Manusia pun melewatinya berdasarkan amalan-amalan mereka. Di antara mereka ada yang celaka karena disebabkan amalan mereka dan di antara mereka ada yang terpeleset namun kemudian selamat, jika Allah menghendaki dengan rahmat-Nya untuk mengeluarkan ahli neraka, maka Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mengeluarkan mereka dari neraka.

‘Yaitu, orang yang beribadah kepada Allah. Mereka dikeluarkan dan dapat dikenal dengan bekas sujudnya. Dan Allah mengharamkan kepada neraka untuk memakan bekas sujud. Dan mereka pun keluar dari neraka. Setiap anak Adam dilahap oleh api neraka kecuali bekas sujud. Mereka keluar dari neraka dengan keadaan telah hangus terbakar dan menghitam.

‘Maka, disiramkan kepada mereka air Kehidupan dan mereka pun tumbuh sebagaimana tumbuhnya biji yang terbawa air bah. Kemudian Allah menyelesaikan keputusan di antara para hamba-Nya. Tinggalah seorang laki-laki yang berada di antara surga dan neraka. Ia adalah orang dari ahli neraka yang terakhir masuk ke dalam surga.

Wajahnya menghadap ke neraka dan ia berkata, `Wahai Rabbku, palingkanlah wajahku dari neraka. Sungguh baunya telah mencelakaiku, jilatannya telah membakarku,’

Related Posts

Maka Allah berfirman, ‘Mungkinkah jika hal tersebut dilakukan kepadamu, engkau akan meminta hal yang lain?’

la berkata, `Tidak, demi kemuliaan-Mu.’

Maka, Allah pun memberinya apa yang ia inginkan dengan sebuah perjanjian. Allah palingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia menghadap surga ia melihat kemegahannya. la pun terdiam sekehenclak Allah ia terdiam.

Kemudian ia berkata, `Wahai Rabbku, dekatkanlah diriku sampai pintu surga.’

Allah berfirman kepadanya, Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta selain apa yang telah engkau minta sebelumnya?’

la pun berkata, ‘Wahai Rabbku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling sengsara.’

Maka Allah berfirman, ‘Apakah mungkin jika engkau diberi hal tersebut, engkau tidak akan meminta yang Iainnya?’

la berkata, ‘Tidak, demi kemulian-Mu aku tidak akan meminta yang lainnya.’

Lalu Allah memberinya apa yang ia inginkan dengan sebuah perjanjjian, dan Allah menjadikannya di depan pintu surga. Ketika ia telah sampai di depan pintu surga, ia melihat bunga surga dan apa-apa yang ada di dalamnya berupa kebahagiaan dan keindahan.

Ia pun terdiam sekehendak Allah ia terdiam lalu berkata, ‘Rabbku, masukkanlah aku ke dalam surga.’

Allah pun berfirman, ‘Celakalah engkau wahai anak Adam, apa yang membuatmu menyalahi janjimu. Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta yang lainnya jika keinginanmu sebelumnya diberikan?’

Ia berkata, `Wahai Rabbku, janganlah Engkau menjadikanku makhluk yang paling sengsara.’

Allah pun tertawa kepadanya. Kemudian ia diizinkan untuk masuk ke dalam surga lalu Allah berfirman, ‘Mintalah.’

Maka ia pun meminta, sampai ketika permintaannya selesai, Allah berfirman, `Dari ini dan ini,’ Allah menyebutkannya, sampai ketika telah selesai disebutkan permintaannya, Allah berfirman, ‘Itu untukmu dan yang semisalnya.'”

Abu Sa’id Al-Khudri berkata kepada Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, Allah berfirman, ‘Itu untukmu dan sepuluh (lipat) yang semisalnya’.”

Abu Hurairah berkata, “Aku tidak menghafal dari Rasulullah kecuali perkataannya, ‘Itu untukmu dan yang semisalnya’.”

Abu Sa’id berkata bahwa aku mendengar beliau bersabda, “Itu untukmu dan sepuluh (lipat) yang semisalnya.” (HR. Al-Bukhori: 806, Al-Fath : 2/372-374) []

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari/ Penulis: Imam Az-Zubaidi/ Penerbit: Insan Kamil, 2013

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline