Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apakah Engkau Akan Menyaingi Hasyim?

Abdu Syams mempunyai anak lelaki bernama Umayyah yang kemudian menjadi orang kaya. Ketika ummayah melihat masyarakat yang sangat mencintai dan menghormati Hasyim, Umayyah pun ingin berbuat seperti Hasyim.

Maksudnya, dia ingin menarik simpati orang banyak. Untuk itulah, dia menginfakkan uangnya dan memberi makan orang-orang fakir. Akan tetapi, karena tidak mampu berbuat seperti yang diperbuat Hasyim, hal itu malah menjadi bahan ejekan.

BACA JUGA: Perjanjian Kaum Musyrikin Untuk Memboikot Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib

“Apakah engkau akan menyaingi Hasyim? Oh, engkau dengan Hasyim sangatlah berbeda!” cemooh orang kepadanya.

Akibat cemoohan itu, Umayyah menjadi berang dan memaki-maki Hasyim. Bahkan, dia mengaku dirinya lebih utama. Ditantangnya Hasyim untuk bertahkim (mempergunakan hakim dalam persengketaan) guna menetapkan siapa di antara keduanya yang lebih utama.

Pada mulanya, Hasyim tidak berniat melayani tantangan itu karena merasa sudah tua dan juga demi martabatnya. Akan tetapi, karena Umayyah terus-menerus menantang, Hasyim tidak mempunyai pilihan lain.

Dia pun menerima ajakan tersebut. Oleh karena itu, dia mengajukan syarat. Yang kalah harus memotong lima puluh ekor unta untuk dibagikan kepada kaum fakir dan yang kalah harus meninggalkan Kota Makkah selama sepuluh tahun.

Setelah syarat tersebut diterima Umayyah, keduanya menetapkan seorang hakim. Hasyim pergi ke tempat hakim diikuti para sahabatnya. Begitu juga Umayyah, dia diikuti teman-temannya.

Dalam tahkim, ternyata hakim memutuskan bahwa Hasyim lebih unggul daripada Umayyah dalam segala keutamaan. Hasyim menerima lima puluh ekor unta yang kemudian dipotong dan dibagikan kepada orang banyak. Sedangkan Umayyah, segera keluar dari Makkah dan pergi ke Syam dengan rasa malu dan hina.

BACA JUGA: Pidato Pertama dalam Islam

Peristiwa inilah yang menjadi awal sengketa yang berkepanjangan antara Hasyim dan Umayyah. Pada waktu itu, tidak terlintas di benak Umayyah bahwa keturunannya—Bani Umayyah—akan menjadi raja yang besar di Syam dikemudian hari, berkat jasa kerasulan dan agama yang dibawa Muhammad bin Abdullah, keturunan Bani Hasyim. []

Sumber: Mukjizat Cinta Rasul: Kisah Mulia Perjuangan Muhammad Saw/Karya: Abdul Hamid As-Sahhar/Penerbit: Mizan

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline