Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apakah di Belakang Kalian Ada Seseorang yang Lebih Baik daripada Kalian?

0 21

At-Tirmidzi melalui sanadnya yang sampai kepada Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan bahwa Abu Musa menuturkan, “Syandan, Abu Thalib membawa Muhammad kecil ke Syam bersama kafilah dagang Quraisy. Ketika hampir mencapai kediaman pendeta (Buhaira), mereka berhenti dan menurunkan barang-barang bawaan mereka. Lalu pendeta itu menghampiri mereka. Padahal sebelum itu, setiap kali mereka melewatinya pendeta itu tidak pernah keluar dan memperhatikan mereka.”

Abu Musa melanjutkan, “Pendeta itu menghampiri mereka yang sedang sibuk menurunkan barang bawaan. Ia langsung menerobos ke tengah kerumunan dan memegang tangan Muhammad seraya berkata, ‘Anak ini adalah pemimpin alam semesta. Allah akan mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam.’

Maka bertanyalah beberapa pemuka Quraisy kepadanya, ‘Dari mana engkau mengetahui hal ini?’

Pendeta itu menjawab, ‘Sesungguhnya ketika kalian berjalan dari Aqabah, tidak ada satu pohon dan bebatuan pun yang tidak bersujud. Mereka tidak akan bersujud kecuali kepada seorang nabi. Sedangkan aku mengetahuinya dari stempel nubuwat yang ada di bawah tulang rawan bahunya.’

Kemudian pendeta itu pulang dan membuatkan hidangan untuk mereka. Sebentar kemudian, ketika ia datang lagi untuk mengantarkan makanan, Muhammad tengah menggembalakan unta.

Pendeta itu berkata, ‘Kirimkan makanan ini kepadanya!’

Muhammad kecil pun berjalan mendekat, sementara segumpal awan terlihat menaunginya.

Ketika ia hampir mencapai tempat di mana kafilahnya berada, si pendeta berkata, ‘Lihat, di atasnya ada gumpalan awan.’

Disebutkan juga, ketika hampir mendekati mereka, Muhammad kecil mendapati mereka telah lebih dulu berteduh di bawah bayangan pohon. Namun, ketika ia duduk, bayangan pohon tersebut condong ke arahnya untuk menaunginya.

Sang pendeta berkata lagi, ‘Lihatlah, bayangan pohon itu condong kepadanya.”

Abu Musa mengatakan, “Pendeta itu berdiri di depan mereka seraya mengingatkan agar jangan sampai mereka membawa Muhammad kecil ke Romawi. Sebab, kata pendeta itu, bila orang-orang Romawi melihatnya, niscaya akan ketahuanlah tanda-tanda nubuwat yang ada padanya sehingga mereka akan membunuhnya. Baru saja pendeta itu akan beranjak dari tempatnya, tiba-tiba tujuh orang Romawi datang mendekati mereka.

Ia pun berkata, ‘Sambutlah mereka!’

Lalu ia bertanya kepada orang-orang Romawi itu, ‘Apa maksud kedatangan kalian ke sini?’

Mereka menjawab, ‘Kami datang ke sini karena sang nabi muncul pada bulan ini. Maka tidak ada jalan lain bagi kami selain mengutus orang-orang untuk mencarinya, dan kami diberitahu agar menuju ke jalan ini.’

Pendeta tadi bertanya lagi, ‘Apakah di belakang kalian ada seseorang yang lebih baik daripada kalian?’

Mereka menjawab, ‘Tidak ada, hanya kami saja yang pergi ke arah ini.’

Si pendeta kembali bertanya, ‘Pernahkah kalian menyaksikan suatu perkara yang telah dikehendaki Allah bisa dibatalkan oleh manusia?’

Mereka menjawab, ‘Tidak.’

Maka pendeta itu berkata, ‘Kalau demikian, berbai’atlah kalian kepadanya.’

Disebutkan bahwa pendeta itu juga bertanya, “Siapakah wali anak ini?”

Mereka (kaum Quraisy) menjawab, “Abu Thalib.”

Sang pendeta menasihati Abu Thalib agar membawa Muhammad kembali ke Mekah. Maka Abu Thalib mengirim Muhammad kecil kembali ke Mekah dan Abu Bakar menyuruh Bilal untuk menemaninya. Sedangkan pendeta tadi membekali Muhammad dengan kue-kue dan minyak samin.” []

Sumber: Biografi Rasulullah, Sebuah Studi Analitis Berdasarkan Sumber-sumber yang Otentik/Penulis: DR. Mahdi Rizqullah Ahmad/Penerbit: Qisthi Press,2005

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline