Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apa yang Menyebabkan Rasulullah Memuliakan Kedudukan Mariyah Qibtiyah?

0 25

Mariyah Qibtiyah merupakan salah seorang istri Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam yang begitu dimuliakan karena kesabaran dan ketegarannya dalam menghadapi setiap ujian yang diterimanya. Ia terlahir dengan kesempurnaan lahir maupun batin, selain itu ia juga merupakan seorang ahli ibadah yang ketaatannya tidak diragukan lagi.

Selain sebagai seorang ahli ibadah, Mariyah juga merupkan sosok yang alim. Dalam kitab Al-Farasat termaktub, “Terdapat nama-nama kitab yang ditulis oleh sejumlah ahli hikmah yang kebenarannya telah kami teliti. Bahkan dikuatkan juga oleh penelitian orang-orang yang terpercaya (tsiqah). Hasil penelitian tersebut ditulis dalam kitab-kitab mereka. Jika kita perhatikan, di antara sejumlah kandungan sejumlah kitab tersebut, terdapat pembahasan yang betajuk, kitab Mariyah al-Qibtiyah Ma’a al-Hukama Hina Ijtama’u Ilaiha, yang artinya Mariyah al-Qibtiyah, ketika para ahli hikmah berkumpul (dan berbagi ilmu) dengannya.”

BACA JUGA: Siapakah Dua Wanita dari Istri-istri Rasulullah yang di Nyatakan dalam Firman Allah?

Ternyata, ia memang bukan seorang hamba sahaya biasa. Pengetahuannya luas, dan ia menggunakan pengetahuannya dalam setiap bertindak dan berucap. Mariyah Qibtiyah tidak suka bertindak dan berucap sesuatu yang tidak ada guna. Inilah ciri-ciri seseorang yang berilmu atau alim.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam begitu memuliakan kedudukan Mariyah Qibtiyah. Hak-haknya senantiasa dipenuhi dengan sempurna. Beliau selalu memperlakukan Mariyah Qibtiyah dengan sempurna. Beliau selalu memperlakukan Mariyah Qibtiyah dengan baik, sebagaimana perlakuan beliau terhadap para istri yang lain.

Padahal, pada mulanya, Mariyah Qibtiyah hanyalah seorang budak. Namun, status tersebut sama sekali tidak menyebabkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam meremehkan, apalagi menganggap sebelah mata keberadaanya. Sebaliknya, justru Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam sangat menghormati dan menghargainya.

BACA JUGA: Istri Rasulullah yang Paling Panjang Tangannya

Bahkan, sebelum sallallahu ‘alaihi wa salam wafat, beliau sempat berwasiat, “Sesungguhnya, setelah aku wafat, Allah SWT akan membebaskan Negeri Mesir untuk kalian. Dengan begitu, perlakukanlah suku Qibti dengan baik. Sebab, mereka memiliki ikatan besar denganku, serta mempunyai jaminan kehormatan.” []

Sumber: Perempuan-perempuan Surga/Penulis: Imron Mustofa/ Penerbit: Laksana,2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline