Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apa yang Membuat Perempuan Lemah Ini Begitu Kuat Hatinya?

“Allah telah menempatkan kebenaran pada lidah dan hati Umar.” Itulah yang terdapat pada salah satu hadis.

Umar bin Khattab dilahirkan dalam keluarga Quraish yang dihormati. Keluarga Umar dikenal karena pengetahuannya yang luas tentang silsilah. Ketika tumbuh dewasa, ‘Umar memiliki banyak pengetahuan dalam ilmu pedang, dan gulat.

BACA JUGA: Berapa Gaji Umar bin Khattab?

Dia juga belajar membaca dan menulis saat masih kecil, hal yang sangat langka di Mekah pada waktu itu. ‘Umar mencari nafkah sebagai pedagang. Perdagangannya membawanya ke banyak negeri asing dan dia bertemu dengan berbagai macam orang.

Kepribadian Umar dinamis, mementingkan diri sendiri, jujur ​​dan lurus ke depan. Dia selalu berbicara apa pun yang ada dalam pikirannya bahkan jika itu tidak menyenangkan orang lain.

‘Umar berusia dua puluh tujuh ketika Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan misinya, mengenalkan Islam. Dakwah Nabi membuatnya marah dan bersikap buruk terhadap orang-orang yang mulai mengikuti langkah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika budak perempuannya menerima Islam, Umar memukulinya sampai dia sendiri kelelahan dan mengatakan kepada budak perempuan itu, “Aku berhenti memukulmu karena aku capek, bukan karena kasihan kepadamu!”

Kisahnya memeluk Islam adalah salah satu yang menarik. Suatu hari, dengan penuh amarah terhadap Nabi, dia menghunus pedangnya dan mulai bertekad untuk membunuhnya. Ia bertemu dengan seorang temannya di jalan.

Read More

Tsauban: Bagaimana dengan Nasibku Kelak di Akhirat?

Ketika memberi tahu temannya apa yang ia rencanakan, temannya memberi tahu dia bahwa saudari Umar sendiri, Fatimah, dan suaminya juga telah menerima Islam.

‘Umar langsung menuju ke rumah saudara perempuannya di mana dia mendengar salah satu ayat Al-Qur’an. Dia masuk ke rumah dan memukul mereka tanpa ampun.

Hingga mereka memar dan berdarah, dia berkata kepada Umar, “Umar, kamu bisa melakukan apa yang kamu suka, tetapi kamu tidak bisa mengubah hati kami dari Islam.”

Kata-kata ini menghasilkan sesuatu yang aneh pada diri Umar. Apa yang membuat perempuan lemah ini begitu kuat hatinya?

BACA JUGA: Keadilan di Mata Umar bin Khattab

Dia meminta saudara perempuannya untuk menunjukkan kepadanya apa yang telah dia baca. Hingga akhirnya ia menemukan kebenaran di balik Islam yang ia pahami dari ayat Al-Qur’an tersebut.

Saat itu juga ia langsung pergi menuju ke rumah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berbaiat kepadanya. Umar tidak merahasiakan penerimaannya terhadap Islam. Dia mengumpulkan para Muslim dan mengucapkan doa di Kabah. []

Sumber: Best Islam Stories/Umar bin Khattab Second Caliph

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More