Picture: 123RF Stock Photos

Apa yang Kami Pelajari Tertanam dalam Hati

Ketika usianya yang masih kecil, Anas ibn Malik bisa melihat bagaimana keadaan rumah tangga manusia termulia, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Tak heran jika ia menyimpan banyak hal yang bisa ia jadikan teladan bagi dirinya maupun orang lain. Kedekatannya dengan Rasulullah dan kecermatannya melihat perilaku beliau, membuat Anas dapat mengambil keteladanan yang luar biasa.

Anas ibn Malik berkata, “Apa yang ingin kautahu tentang bagaimana Rasulullah mengerjakan shalat malam atau bagaimana ia tidur, sudah kuketahui.” (HR. Bukhari)

Abu Hurairah –orang yang dikenal sangat dekat dengan Rasulullah dan tak pernah jauh dari beliau–pun mengakui, “Belum pernah kulihat orang yang shalatnya paling sesuai dengan Rasulullah dibanding anak Ummu Sulaim.”

Anas ibn Malik sendiri meriwayatkan sekitar 2.286 hadist Rasulullah. Hadist sebanyak itu ia dapatkan tentu saja karena kedekatannya dengan Rasulullah, di samping kecermatannya menyimak dan menghafal tutur kata beliau.

Semakin hari, Anas semakin matang. Ia semakin banyak memerhatikan tutur kata Rasulullah.

Anas menggambarkan majelis ilmu Rasulullah… bersama sekitar enam puluh orang, aku duduk bersama Rasulullah. Beliau menyampaikan hadist. Beberapa saat kemudian beliau masuk ke rumah untuk suatu keperluan. Kami lalu mengulang pelajaran yang kami dapatkan. Setelah itu kami beranjak. Apa yang kami pelajari tertanam dalam hati.” []

 

Sumber: Dr. Nizar Abazhah. 2011. Sahabat-Sahabat Cilik Rasulullah. Jakarta: Zaman.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline